KUNINGAN, (FC).- Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2022 digelar Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB).
Tahun 2022 ini, tema yang diusung adalah Percepatan Reformasi Birokrasi melalui Implementasi Transformasi Kelembagaan, Transformasi SDM Aparatur, dan Transformasi Digital yang diwujudkan dalam inovasi pelayanan publik menuju pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
Diskopdagperin Kuningan mengajukan inovasinya yakni Si BaDU miRakyat pada ajang KIPP 2022. Salah satu syaratnya adalah selaras dengan tema KIPP 2022.
Sekretaris Dinas Koperasi UKM Perdagangan dan Perindustrian Kuningan, Sri Sunarsih, menyampaikan rasa syukur dengan inovasinya Si BaDU miRakyat merupakan satu-satunya inovasi telah lolos seleksi Administrasi KIPP 2022 mewakili Pemerintah Kabupaten Kuningan.
“Semoga dengan dukungan berbagai pihak inovasi ini dapat lolos ke tahap berikutnya,” kata Sri. Minggu (22/5).
Sementara Kabid UMKM Perindustrian Diskopdagperin, Alvin Fitranda menjelaskan bahwa sesuai arahan dan keinginan Kepala Dinas, selaku inovator si BaDu miRakyat bahwa tim Diskopdagperin sedang berproses menambahkan fitur – fitur yang mendukung fitur yang sudah dikembangkan sebelumnya.
“Oleh pa Kadis dan tim yaitu fitur-fitur pada aplikasi Si BaDU miRakyat yang telah di launching pada 31 maret tahun 2021 lalu,” ujarnya.
Si BaDU miRakyat sekarang, disebutkan Alvin, telah dikembangkan dengan ada tambahan fitur seperti Fasilitasi Legalitas Produk, E-Katalog Produk UMKM, dan Daftar Harga Komoditas Pasar Rakyat.
“Setelah berjalah lebih dari 1 tahun aplikasi ini sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh stakeholder pengampu pengembangan dan pemberdayaan Koperasi, UMKM, Perdagangan dan Perindustrian. Data KUMKM yang dinamis pada aplikasi ini telah digunakan sebagai bahan informasi dasar KUMKM serta dapat melihat karakteristik usaha/perusahaan yang berada di wilayah Kabupaten Kuningan,” jelas Alvin.
Ditambahkan Sekretaris Diskopdagperin, sejak tahun 2021 dan awal 2022 sudah ada beberapa pemerintah daerah kabupaten/kota dalam maupun luar provinsi Jawa Barat mengadakan study banding ke Diskopdagperin terkait aplikasi tersebut.
“Bahkan rencananya pada bulan juni 2022 Diskopdagperin akan menerima kunjungan dari Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam terkait dengan inovasi aplikasi si BaDu miRakyat ini dan terkait dengan pengembangan UMKM di Kabupaten Kuningan. Kami berharap ke depannya aplikasi ini akan sangat bermanfaat bagi berbagai pihak yang membutuhkan informasi,” jelasnya. (Ali)















































































































Discussion about this post