KOTA CIREBON, (FC).- Hari Senin (10/1) merupakan hari pertama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen di sekolah di Kota Cirebon. Pemkot Cirebon melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cirebon harus melakukan pengawasan ketat dalam pelaksanaannya, hal ini guna mencegah potensi penularan Covid-19. Apalagi saat ini sudah ada varian baru dari Covid-19 yakni Omicron.
Demikian hal ini terungkap dalam rapat kerja Komisi I DPRD Kota Cirebon dengan Disdik Kota Cirebon di ruang rapat gedung DPRD Kota Cirebon, yang membahas pelaksanaan PTM 100 persen.
Dalam rapat, Ketua Komisi III DPRD Kota Cirebon Tresnawaty menjelaskan, dalam pelaksanaan PTM 100 persen di setiap tingkatan pendidikan, Dinas Pendidikan perlu memiliki indikator capaian keberhasilan. Sehingga punya alat kontrol untuk evaluasi sebagai bentuk kehati-hatian.
Oleh karenanya, Tresna mengatakan, pihaknya meminta penjelasan dari Dinas Pendidikan mengenai kesiapan pelaksanaan PTM 100 persen. Tidak hanya itu, beberapa hari ke depan, Komisi III DPRD juga akan mengevaluasi pelaksanaan PTM 100 persen di Kota Cirebon.
Evaluasi itu meliputi kondisi kesehatan siswa selama melaksanakan PTM 100 persen di sekolah, selain penerapan protokol kesehatannya. Jika ditemukan adanya kasus penularan Covid-19, maka pelaksanaan PTM 100 persen akan ditinjau kembali.
Politisi Partai Gerindra ini juga juga menyoroti vaksinasi Covid-19 untuk anak usia 6-11 di Kota Cirebon yang belum maksimal. Kondisi ini tentu mengkhawatirkan di tengah ancaman varian Omicron. Kendati belum sampai ke Kota Cirebon, Tresna berharap dalam dua pekan ke depan, vaksinasi kepada anak bisa mencapai target.
“Keberhasilan PTM 100 persen ini harus ada indikatornya. Itu harus diukur melalui uji klinis hasil swab. Dengan kondisi hangat-hangatnya Omicron ini, kami berharap pada dua pekan ini vaksinasi kepada anak bisa segera dimaksimalkan,” kata Tresna.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Cirebon Irawan Wahyono menyampaikan, PTM 100 persen sudah dilaksanakan di semua tingkatan satuan pendidikan yang ada di Kota Cirebon. Menurutnya, pelaksanaan PTM 100 persen dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Irawan juga memastikan, Satgas Covid-19 yang sudah dibentuk di setiap sekolah sudah diberi pelatihan simulasi mitigasi. “Satgas di sekolah terus berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 tingkat Kota Cirebon untuk memantau perkembangan kesehatan siswa selama pelaksanaan PTM.,” tandasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post