MAJALENGKA, (FC).- Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Majalengka memberikan bantuan kepada warga yang mengalami musibah kebakaran di Dusun Bungursari, RT 004/010, Desa Malausma, Kecamatan Kabupaten Majalengka.
Setidaknya ada 11 rumah warga tersebut yang menerima bantuan yang diserahkan langsung Bupati Majalengka, Karna Sobahi didampingi Ketua Baznas Majalengka, Agus Yadi Ismail, Sabtu (8/1).
Masing-masing perwakilan setiap rumah menerima bantuan berupa uang sebesar Rp 5-10 juta.
Adapun, yang mendapatkan Rp 10 juta, bagi mereka yang rumahnya benar-benar hangus terbakar.
Sementara, bagi rumahnya yang mengalami rusak sedang mendapatkan Rp 5 juta.
“Jadi kami total memberikan Rp 85 juta. 6 warga yang rumahnya hangus terbakar dapat Rp 10 juta dan 5 warga yang rumahnya rusak sedang mendapatkan Rp 5 juta,” ujar Ketua Baznas Majalengka, Agus Yadi Ismail, Sabtu (8/1).
Agus berharap, dengan adanya bantuan ini, bisa sedikit memberikan keringanan kepada para korban. Ia pun tidak lupa mendoakan agar para korban senantiasa diberi kesehatan dan ke depan bisa lebih baik lagi.
“Dalam menerima musibah ini harus kita sikapi dengan sabar, muda mudahan peristiwa ini tidak lagi terjadi. Semoga Allah memberikan yang lebih baik,” ucapnya.
Baznas Majalengka, menurutnya, akan berusaha selalu membantu, bila ada warga yang terkena musibah kebakaran di Majalengka, sebagai wujud kepedulian.
Agus pun mengimbau masyarakat Majalengka yang ingin menyalurkan zakat, infak dan sedekah bisa datang ke Baznas Majalengka di Gedung Islamic Center Majalengka Kulon.
Sementara, dalam kesempatan yang sama, Bupati Majalengka, Karna Sobahi juga memberikan bantuan secara pribadi berupa material bahan bangunan.
“Alhamdulillah, beliau tadi memberikan bantuan secara pribadi berupa semen 550 sak kepada korban kebakaran,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, 11 rumah warga di Dusun Bungursari, RT 004/010, Desa/Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka hangus terbakar oleh sijago merah, Selasa (4/1) lalu.
Sebanyak lima rumah di antaranya luluh lantak hingga rata dengan tanah. Sementara, tidak ada barang yang bisa diselamatkan dan diperkirakan sumber api berasal dari arus pendek listrik sebuah rumah. Tidak ada korban jiwa pada musibah tersebut, kebetulan semua penghuni rumah tengah berada di kebun dan sawah serta tengah berdagang. Nilai kerugian materi diperkirakan keseluruhannya mencapai kurang lebih Rp549.050.000. (Munadi)


















































































































Discussion about this post