KAB. CIREBON, (FC).- Sekolah Sepak Bola (SSB) Garuda, Desa Tegalwangi, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon tetap eksis dalam dunia sepak bola. Terbukti, program latihan terus dilakukan para pelatih. Situasi pandemi Covid-19 membuat para pemain sedikit terhambat menemukan tempatnya, yakni mengikuti kompetisi. Tapi kini, situasi sudah landai.
SSB yang lahir tahun 1999 itu kedatangan tamu dari Bandung. Tim tamu tersebut adalah Bandung Pro United. Kedua SSB tersebut mengadakan friendly game di lapangan sepak bola SSB Garuda, Desa Tegalwangi. Kelompok usia yang di uji coba adalah pemain kelahiran tahun 2011, 2012, 2013, hingga 2014.
Ketua SSB Garuda, Atang Tabroni mengatakan, rangkaian acara inti pada hari ini (Minggu, 9/1) sebenarnya adalah pembagian rapot siswa SSB Garuda. Namun, agar berkesan, maka digelar pertandingan uji coba atau friendly game dengan Bandung Pro United. Kegiatan ini juga sekaligus untuk memotivasi para siswa bertanding dengan tim dari Bandung. Lebih jauh Atang menyebut bahwa SSB Garuda masih eksis mengikuti kegiatan sepak bola di Cirebon dan nasional. Jadi, saat ini program organisasi terus berjalan meski dilanda pandemi dalam dua tahun ini. “Tidak ada kata redup bagi pembinaan usia muda. Pembinaan harus terus berjalan, jangan sampai berhenti,” katanya, Minggu (9/1).
Masih diungkapkan Aatang, agenda seperti ini, diharapkan akan berlanjut setiap tahunnya, bisa dikatakan, Atang menyebut ini akan menjadi agenda rutin SSB Garuda. Ke depan, masih dikatakan Atang, anak usia 12 tahun ke bawah ini setiap caturwulan bergurunya sekaligus dengan pembagian raport, kemudian anak usia 13 tahun ke atas nanti per semester. “Jadi setiap caturwulan nanti akan diadakan seperti ini. Begitu juga yang semester akan diadakan seperti ini. Sebelumnya mereka dilakukan test dan ujian yang menyangkut teknis, fisik dan sebagainya semua ada nilai yang terukur,” papar Atang.
Saat disunggung mengapa friendly game dengan SSB Bandung Pro United, Atang menjelaskan, seperti diketahui Bandung Pro United pihaknya menambil dari sisi management-nya, karena untuk menggali sharing tentang bagaimana mengelola akademi atau SSB yang baginya sangat fundamental dan ini menjadi link baginya dengan Bandung Pro United. “Harapan insyaallah dengan diadakannya kurikulum dan penilaian serta dukungan dan kesungguhan dari siswa akan meningkat sehingga cita-cita kita ingin berkontribusi memproduksi pemain-pemain sepakbola akan terwujud,” pungkasnya.
Sementara, Presiden Klub Bandung Pro United, Adhitya Kandiawan mengatakan, semestinya dengan usia 22 tahun SSB Garuda sudah berpengalaman, pihaknya melihat begitu banyak suporter dari stakeholder, ini adalah bentuk atau tanda awal yang bagus, bagaimana untuk membina anak-anak untuk belajar sepakbola di usia dini.
“Yang paling penting adalah dukungan semua pihak. Ini bekal bagus untuk mengembangkan bakat dari anak-anak usia dini di desa Tegalwangi khususnya, umumnya Cirebon.,” kata Adhit sapaan akrabnya. Terpisah, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), Kuswara S Taryono melalui sambungan telepon selularnya mengharapkan, ke depan dengan adanya friendly game para pemain ini menjadi bibit-bibit unggul, siapa tahu anak-anak SSB Garuda kelak bisa menjadi pemain yang hebat , bahkan bisa masuk menjadi pemain FC Bandung juga berprestasi hingga level Timnas Indonesia. Yang diharapkan juga, pihaknya mendapatkan pemain-pemain sepakbola yang hebat berasal dari wilayah III Cirebon. “Jangan sampai wilayah Cirebon, khususnya Ciayumajakuning itu ketinggalan dengan wilayah lain dari sepakbola nya,” ungkapnya. (Ghofar)


















































































































Discussion about this post