KOTA CIREBON, (FC).- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Barat mencatat pertumbuhan perekonomian Jawa Barat sebesar 4,13 persen pada semester II tahun 2021.
Kepala Kantor Perwakilan BI Jabar, Herawanto optimis perekonomian Jawa Barat akan terus bertumbuh pada semester III 2021.
Penerapan kebijakan dynamic balancing dinilai efektif dan berhasil mengungkit pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
Kebijakan yang disusun BI bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat ini diterapkan melalui pendekatan kesehatan dan ekonomi.
“Pendekatan yang bersifat dynamic balancing strategy tersebut Alhamdulillah terbukti telah menggerakan roda perekonomian di Jawa Barat, termasuk di wilayah Ciayumajakuning,” kata Herawanto.
Hal itu diungkapkan Herawanto saat menghadiri acara puncak Ciayumajakuning Entrepreneur Festival (0CEF) Seri 3 Tahun 2021 yang diselenggarakan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Cirebon secara hybrid, Kamis (4/11).
Sejumlah indikator ekonomi, lanjutnya, terus menunjukan adanya peningkatan. Hal ini mendorong optimisme pertumbuhan ekonomi yang positif kedepan.
“CEF ini merupakan salah satu upaya kita mengakselerasi pemulihan ekonomi melalui peningkatan daya saing produk-produk premium dari UMKM Jawa Barat, khususnya dari wilayah Ciayumajakuning,” ujarnya
5 Kunci Pemulihan Ekonomi Jabar
Herawanto mengingatkan dan merekomendasikan kepada pemerintah daerah akan 5 kunci untuk mendorong pemulihan ekonomi Jawa Barat.
Rekomendasi BI yang pertama, yaitu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk menguatkan optimisme dengan semangat sinergitas.
“Karena dengan adanya optimisme maka transaksi ekonomi akan dapat berlangsung terus,” kata Herawanto.
Kedua, lanjutnya, menjaga keberlangsungan dan kelancaran mekanisme pasar, daya beli masyarakat dan suplay pasokan yang lebih meningkat, efisien dan efektif.
“Ketiga, yaitu mendorong bergeraknya kembali sektor-sektor ekonomi utama di wilayah ini (Ciayumajakuning), termasuk tentunya menghidupkan pariwisata yang menjadi sektor berpengaruh luas di perekonomian, namun dengan tetap menerapkan protokol kesehatan,” lanjut Herawanto
Selain itu, membangkitkan serta mendorong pengembangan UMKM sebagai sunber pertumbuhan ekonomi, termasuk di dalamnya sektor ekonomi kreatif.
Juga menjaga kelancaran investasi pembangunan infrasruktur di daerah.
Lalu Keempat, dari sisi demand, mendorong perbaikan daya beli masyarakat dengan menggerakan kembali sektor-sektor ekonomi yang menghasilkan sumber penghasilan masyarakat
“Kemudian yang kelima adalah mempercepat digitalisasi ekonomi secara menyeluruh di segala aspek kebidupan masyarakat, pemerintah, dan sektor bisnis (swasta), baik untuk memenuhi kebutuhan semasa pandemi, maupun sebagai persiapan daya saing untuk fase pasca pandemi,” paparnya.
Herawanto menambahkan, wilayah Ciayumajakuning memiliki potensi pengembangan ekonomi yang mampu mengakselerasi perekonomian Jawa Barat dan perekonomian nasional.
“Wilayah ini merupakan wilayah produksi, khsusnya untuk pangan yang berperan strategis sebagai pusat pusat simpul logistik pangan baik di Jawa Barat maupUn secara nasional,” ungkapnya. (Andriyana)














































































































Discussion about this post