MAJALENGKA,(FC), – Ragam kisah penggali kubur untuk jenazah pasien Covid-19 di Kabupaten Majalengka.
Kisah penggali kubur salah satunya datang dari Suharto (50), yang mengaku pernah memakamkan 4 jenazah dalam satu hari.
Suharto merupakan petugas penggali kubur di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Girilawungan, Kecamatan Majalengka, Kabupaten Majalengka.
Di sampingnya, sebuah pacul tegak berdiri. Ia segera beranjak dari tempat duduknya begitu peti jenazah pasien Covid-19 memasuki areal pemakaman.
Suara besi pacul beradu dengan tanah kemudian terdengar bersahutan.
Suharto dan para penggali kubur lainnya di TPU tersebut langsung menyerbu ke liang lahat yang telah menganga.
Gesit, peti jenazah pasien Covid-19 sudah terkubur dan nisan kayu telah tertancap.
Suharto mengatakan, setiap hari paling tidak ada 2 hingga 4 jenazah pasien Covid-19 yang dimakamkan di TPU Girilawungan Majalengka.
Mereka bekerja dari pagi hingga malam hari, bahkan terkadang pula bekerja sampai dini hari.
“Namun, Alhamdulillah sekarang sudah mulai landai,” kata Suharto saat dirinya mendapatkan bantuan paket sembako dari Jabar Bergerak Majalengka, Minggu (1/8).
Suharto mengatakan jumlah jenazah Covid-19 saat ini yang dimakamkan dalam sehari tersebut telah menurun.
Lebih lanjut, ia turut menuturkan kesannya selama memakamkan jenazah Covid-19. Dia berujar ada perasaan takut dan waswas.
Di sisi lain, Suharto juga mengaku prihatin melihat proses pemakaman jenazah Covid-19 yang berbeda dengan pemakaman pada umumnya.
Terlebih, jenazah tak boleh disentuh oleh siapapun termasuk keluarga.
“Ya gimana lagi, kita melihatnya karena memang aturan protokol kesehatan sudah seperti itu. Namun ini juga demi kebaikan bersama agar kita terhindar dari penyebaran Covid-19,” jelasnya.
Saat ini, menurut Suharto, merasa mendapat semangat karena merasa diperhatikan.
‘Kami berterima kasih kepada Jabar Bergerak dan TP PKK Kabupaten Majalengka yang telah memberikan bantuan paket sembako ini,” ucap dia saat menerima bantuan.
Suharto mengungkapkan, selama ini belum ada bantuan yang menyentuh langsung kepada para penggali kubur jenazah Covid-19.
Padahal, mereka adalah sebagian orang yang terlibat langsung dalam penanganan wabah virus corona.
Terpisah, Sekretaris Umum Jabar Bergerak Majalengka, Suryapragala mengucapkan terima kasih pada para penggali kubur jenazah Covid-19 yang telah mempertaruhkan nyawanya demi kemanusiaan.
“Kami berpesan agar berhati-hati saat bertugas dan selalu menjaga keamanan diri ditengah lonjakan wabah Covid-19, dan bantuan sembako yang kami berikan ini semoga bermanfaat serta berharap dapat meringankan beban bagi keluarga penggali kubur jenazah Covid-19 di Kabupaten Majalengka,” harapnya.
Lebih jauh Suryapragala menghimbau agar masyarakat patuh dalam menjalankan protokol kesehatan di kehidupan sehari hari.
“Ingat virus covid – 19 sampai hari ini belum ada obatnya, yang bisa menangkal virus mematikan tersebut adalah dengan Penerapan Prokes yakni 3 M. Mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dan menjaga jarak atau hindari kerumunan,” himbaunya. (Munadi).












































































































Discussion about this post