KAB. CIREBON, (FC).- Jumlah warga yang mengikuti vaksinasi dosis kedua di wilayah Losari Kabupaten Cirebon mengalami penurunan dibanding vaksinasi tahap pertama. Penurunan ini berdasarkan data yang tercatat di Puskesmas Losari.
Kepala Puskesmas Losari, Juju Juarsa menyebutkan, warga yang pernah melakukan vaksin dosis pertama di wilayah Puskesmas Losari berjumlah sekitar 2.700 orang. Sementara pelaksanaan vaksinasi dosis kedua tercatat sekitar 1.800 orang.
Dikatakan Juju, Puskesmas Losari menggelar pelaksanaan vaksinasi secara rutin seminggu tiga kali. Pelaksanaannya terbagi di tiga tempat yaitu Desa Panggangsari, Desa Losari Lor dan Desa Losari Kidul.
Saat ini pelaksanaan vaksinasi sudah masuk gelombang ke-3, dimana vaksinasi dilakukan untuk menyisir vaksinasi dosis dua.
Hampir semua pelaksanaan vaksin dosis kedua mengalami penurunan dari jumlah penerima dosis pertama.
Seperti pelaksanaan vaksinasi dosis kedua yang digelar di desa Losari Kidul, Kamis (15/7).
Pihaknya belum bisa mengetahui secara pasti berapa warga yang pernah melakukan vaksinasi dosis pertama dan belum melakukan vaksinasi dosis ke-2.
Jika memang belum ada kesempatan mengikuti di Desa Losari Kidul, kata Juju, warga juga bisa menyusul di pada pelaksanaan di desa lainnya.
“Kalau terpengaruh berita medsos kemungkinan ada, tapi sedikit. Tetapi kemungkinan besar yang terjadi di karena peserta yang melakukan vaksin banyak diantaranya yang bekerja luar daerah dan dan warga luar daerah, sehingga ada kemungkinan mereka melangsungkan melaksanakan vaksinasi dosis keduanya di luar daerah,” terangnya.
Baca Juga: Vaksinasi Dosis Kedua di Gebang Turun Drastis
Lebih lanjut Juju berharap kepada masyarakat yang telah melaksanakan vaksinasi dosis pertama untuk bisa melanjutkan vaksin dosis ke-2, karena untuk memiliki kekebalan imun.
Dari vaksinasi ini akan mencapai kesempurnaan bila sudah dua kali vaksin, meskipun secara umum vaksin hanya bisa membuat kekebalan tubuh dari paparan Covid-19 di kisaran 70%, tetapi untuk menciptakan herd immunity (kekebalan kelompok) dalam satu wilayah minimalnya 70% masyarakat nya sudah melakukan vaksinasi.
“Orang yang telah melakukan vaksin memang masih bisa terpapar Covid-19 tetapi sebagian besar mereka yang telah melakukan vaksin cenderung lebih memiliki kekuatan dan tidak memiliki gejala berat ketika terpapar,” jelas Juju.
Sementara, terkait kabar yang mengatakan pasca melakukan vaksin mengalami demam, Juju menjelaskan, sebenarnya efek dari vaksin tidak ada ada yang sampai mengalami kejadian yang fatal asalkan sebelum divaksin masyarakat jujur jika memiliki riwayat penyakit bawaan.
Kalau yang banyak terjadi efek dari vaksin kebanyakan lelah dan ngantuk, tetapi tidak menutup kemungkinan juga ada diantaranya yang mengalami panas dan demam, akan tetapi tidak dak berlarut-larut tetapi jika mengalami panas dingin lebih dari 3 hari.
“Saat skrining diharapkan warga yang akan melakukan vaksin untuk menjawab jujur, untuk saat ini jika ada warga yang mau vaksin sedang flu maka untuk ditunda, tidak disarankan untuk melakukan vaksinasi,” terangnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post