MAJALENGKA, (FC).- Managemen PT Shoetown Ligung Indonesia (SLI), menggelar vaksinasi secara masal kepada para pekerja di perusahaan tersebut, Jumat (9/7)
Kegiatan vaksinasi ini selain dipantau oleh managemen perusahaan juga dipantau langsung oleh Binmas Polres Majalengka. Dengan tetap mengedepankan prokes, pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar.
Setiap pekerja yang akan disuntik vaksin covid – 19, terlebih dahulu menjalani test pemeriksaan kesehatan (screening).
Kasat Binmas Polres Majalengka AKP Rudi melalui Aipda Kartono memberikan pencerahan dihadapan ratusan pekerja PT Shoetown yang akan menjalani vaksinasi.
Dikatakan Aipda Kartono, saat ini di Jawa-Bali sedang diberlakukan PPKM Darurat, tujuannya untuk menekan mobilitas masyarakat seiring meningkatnya penyebaran Covid-19 pasca lebaran tahun ini.
“Ingat penyebaran Covid19 saat ini lebih cepat dan ganas, ini terbukti pasien yang terpapar dan yang meninggal akibat Covid-19 setiap harinya terjadi bahkan cendurung meningkat. Dari itu diminta kepada para pekerja, biar sudah divaksin namun harus tetap menjalankan prokes dengan ketat dimanapun berada,” tegas Aipda Kartono.
Sementara itu, Manager Industrial Relation PT Shoetown Ligung Indonesia, Agus Rusyana menerangkan, pemberian suntikan vaksin Covid-19 ini untuk memberikan kekebalan kelompok bagi para pekerja dari paparan virus Covid-19 yang mematikan, sekaligus mendukung program pemerintah dalam gerakan vaksinasi nasional.
“Hari ini ada sekitar 200 pekerja yang mengikuti vaksin. Mereka berasal ada yang dari staf managemen, driver, tenaga security dan pekerja yang lainnya,” ujar Agus kepada FC.
Dikatakannya, vaksinasi yang digelar ini adalah yang pertama di Shoetown, dengan melibatkan tenaga kesehatan dari RS Pelabuhan Kota Cirebon, dengan pemberian vaksinasi secara bertahap.
“Nantinya semua pekerja akan divaksin, cuman nunggu waktu saja, kan sektor industrial ini masuk ke program vaksinasi gotong royong sehingga pelaksanaannya harus dijadwal mengingat keterbatasan nakes,” ujar Agus.
Disinggung terkait diberlakukannya PPKM Darurat, pihaknya sangat mendukung program tersebut. Penerapan prokes sudah jauh jauh hari diterapkan di PT Shoetown, hingga pengaturan jumblah pekerja yang masuk tidak melebihi 50 persen.
“Kita sangat mendukung program pemerintah, dan yang lebih penting Shoetown selalu terbuka dalam hal penangan Covid-19,” pungkasnya.
Pihaknya selalu melaporkan ke tim satgas Covid-19, baik tingkat kecamatan Ligung maupun kabupaten Majalengka terkait perkembangan pekerja yang terpapar di Shoetown
Tidak dipungkiri, kata Agus, saat ini ada beberapa pekerjanya yang terpapar. Mereka sekarang sedang melakukan isoman. Pihak managemen selalu memantau kesehatan mereka yang isoman melalui daring.
“Penerapan prokes di Shoetown sangat ketat, begitu pula terkait penanganan terhadap pekerja yang terpapar.
Begitu diketemukan ada yang terpapar maka pihaknya langsung melakukan Tracing, Tracking dan Testing. Hal ini dilakukan agar penyebarannya cepat diputus,” pungkas Agus.
Di tempat yang sama, seorang pekerja PT Shoetown, Indra, merasa senang sudah menjalani vaksinasi. Dia berharap dengan disuntik vaksin Covid-19 maka kekebalan tubuhnya akan terbentuk.
” Ya saya tadi barusan di suntik vaksin tahap pertama, tidak sakit ko serasa di gigit semut saja,” ujarnya.
Dirinya berharap kepada temen temen pekerja, walau sudah divaksin jangan abai terhadap prokes.
Vaksinasi hanyalah langkah ihktiar agar kita kebal dari paparan virus yang mematikan. Namun yang lebih penting menjalankan prokes itu sangat perlu, yakni selalu mencuci tangan, menjaga jarak atau menghindari kerumunan dan selalu mengenakan masker dimanapun berada. (Munadi).
















































































































Discussion about this post