KOTA CIREBON, (FC).- Setelah beberapa waktu lalu ketersediaan tinta untuk mencetak KTP menipis, kembali pada awal Bulan Juli ini menalami hal yang serupa.
Hal ini mengakibatkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon membatasi pencetakan KTP yang diajukan warga Kota Cirebon.
Kepada FC Rabu (7/7), Kadisdukcapil Kota Cirebon Atang Hasan Dahlan menyampaikan, agar pencetakan KTP tetap berjalan di tengah menipisnya tinta cetak KTP, maka pihaknya melakukan pemabatasan jumlah cetak.
“Kita masih menunggu selesainya pengadaan tinta cetak KTP, saat ini masih dalam proses tender di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE),” jelas Atang.
Mantan Kadishub ini mengungkapkan, sebenarnya pihaknya sudah jauh-jauh hari mengajukan pengadaan tinta cetak KTP ini. Namun proses lelang ini dinilainya lambat, berimbas kepada pelayanan cetak KTP.
Disaat yang sama permintaan untuk pembuatan KTP tidak pernah berkurang, bahkan semakin meningkat.
“Walaupun demikian, kami berusaha bagaimana layanan tetap berjalan dengan keterbatasan yang ada,” katanya.
Dia menjelaskan, saat ketersediaan tinta cetak cukup, pihaknya mampu mencetak 200 keping KTP per hari.
Namun, sejak jumlah tinta cetak menipis, Disdukcapil hanya mampu melayani 50 keping saja. Itu pun dikhususkan bagi pemohon yang sedang dalam keadaan mendesak membutuhkan KTP.
“Yang dilayani atau diprioritaskan hanya yang benar-benar membutuhkan KTP,” ujarnya.
Menurut Atang, saat ini hanya tersisa dua unit tinta cetak KTP. Parahnya, jumlah tersebut dapat dipinjamkan dari daerah lain. Ia tidak bisa memprediksi kapan tender tinta cetak selesai, karena kewenangan tersebut berada di LPSE.
“Dari pada menunggu sementara layanan terus berjalan, akhirnya kami terpaksa meminjam ke daerah yang masih mempunyai tinta cetak KTP,” ujar Atang.
Jika lelang rampung dilaksanakan, Disdukcapil sudah bisa mencetak KTP secara normal. Apalagi blangko KTP yang ada saat ini sudah tersedia sekitar 5000 keping.
“Kalau blangko lebih dari cukup,” ujar dia.
Atang meminta masyarakat Kota Cirebon yang ingin mencetak KTP untuk bersabar. Dia memastikan, layanan akan kembali normal setelah tender tinta cetak selesai dilaksanakan.
“Masyarakat sabar dulu. Kalau sudah lelang pasti layanan akan kembali normal,” tandasnya. (Agus)












































































































Discussion about this post