KAB. CIREBON, (FC),- Padepokan Puser Bumi Nusantara (PPBN) melaksanakan acara Halalbihalal dan peletakan batu pertama situs sumur keramat mbah Muqoyyim sekaligus pembekalan wawasan kebangsaan yang bertempat di Pondok Pesantren Al-Ishlah 2 Buntet, Kecamatan Astanajapura, Kabupaten Cirebon, Selasa (25/05)
Acara yang dihadiri oleh berbagai Lembaga Kemasyarakatan, Paguyuban maupun padepokan senusantara , dihadiri pula Mayjen TNI Purnawirawan Tatang Zaenudin yang dudaulat sebagai Ketua Dewan Pembina Padepokan puser bumi Nusantara (PPBN), selain acara halal bihalal juga dilakukan peletakan batu pertama situs keramat sumur Mbah Muqoyyim, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan, seperti pengobatan supranatural secara gratis, persembahan seni silat dari berbagai peguron, juga dulanjutkan dengan acara wawasan kebangsaan yang dipimpin langsung Mayjen Purnawirawan Tatang Zaenudin.
Dalam pemaparan wawasan kebangsaan tersebut, Mayjen (purn) Tatang Zarnudin mengungkapkan, selain mengajak semua unsur untuk cinta tanah air, juga mengajak semua pihak untuk mengisi Negeri ini dengan hal-hal yang positif, dari hal perekonomian maupun sosial budaya yang berlandaskan norma Agama
“Saya sangat bangga dapat hadir dalam acara ini, apalagi melihat sambutan yang sangat luar biasa dari mulai masuk kawasan Buntet hingga tempat pelaksanaan, yang unik adalah saat saya masuk kawasan Buntet Pesantren, saya diharuskan untuk melakukan goes, atau bersepeda, dan itu tentunya menjadi kesan tersendiri bagi saya ” ujar Jendral yang berjiwa santri ini menuturkan.
Sementara terkait rencana penataan dan pembangunan situs Sumur Keramat Mbah Muqoyyim , Mayjrn (Purn) Tatang Zanudin berharap dengan dipugar atau dibangunnya situs Sumur Keramat Mbah Muqoyyim ini bisa menjadi salah satu tempat atau situs wisata ziarah yang tentunya akan menambah pemasukan dan peningkatan perekonomian warga sekitar, ini dikarenakan situs Sumur Kramat Mbah Muqoyyim ini sudah kerap dikunjungi oleh para pejabat dari berbagai daerah,
“Saya sangat yakin, keberadaan situs yang penuh keramat ini akan semakin banyak dikunjungi oleh berbagai masyarakat dari berbagai kalangan,” jelasnya
Sementara itu, Sesepuh Padepokan Puser Bumi Nusantara sekaligus pemimpin Pondok Pesantren Al-Ishlah 2 Buntet, KH. Soleh Zuhdi, usai pelaksanaan Halalbihalal dan peletakan batu pertama pembangunan situs Sumur Keramat Mbah Muqoyyim, menuturkan, dirinya awalnya merasa bingung, karena entah itu mimpi atau wangsit atau apa itu namanya, seakan dirinya diperintahkan untuk bebersih, sementara dirinya tidak mengerti apa makna bebersih tersebut.
Hingga singkat cerita, ketika dirinya melakukan puasa, Sholat malam bahkan mencoba membaca kalam illahi, namun makna bebersih itu belum juga dapat dimengerti, dan setelah mengunjungi sumir keramat Mbah Muqoyyim kondisinya dipenuhi rumpu tak terurus hingga akhirnya terbesit dalam htinya jika makna bebersih yang dimaksud mungkin adalah membenahi sumur keramat Mbah Muqoyyim tersebut.
“Alkhamdulillah saya seakan diberi pemberitahuan secara batiniah, bahwa bebersih yang dimaksud adalah saya harus melakukan bebersih terhadap keberadaan Sumur Keramat Mbah Muqoyyim, “ungkapnya.
Ditambahkan Gus Sozu, padahal sebelumnya sudah banyak para pejabat tinggi yang ingin membangun situs ini, namun karena mungkin belum jodohnya, Maka semuanya tidak tercapai.dan Keinginan dan harapan tersebut bisa terkobul saat ini, saat diadakannya acara Halalbihalal maka dirinya terus mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berpegang pada ikatan silaturahmi, agar apa yang diharapkan dapat dikobul oleh Allah, karena silaturahmi itu maknanya sangat luar biasa, dan yang perlu dicatat, bagaikan melihat terangnya sinar lampu, jika dari kedekatan maka akan merasa silau dan tidak dapat melihat jelas apa yang ada didepannya, sama halnya dengan keberadaan situs keramat Sumur Mbah Muqoyyim,
“Bagi masyarakat sekitar atau warga Cirebon mungkin kurang begitu banyak yang mengetahui akan keberadaan sumur keramat ini, namun ternyata bagi warga luar wilayah ternyata banyak yang mengunjungi sumur ini karena dipercaya memiliki karomah atau secara umum bisa memenuhi hajat kita, namun tentunya semuanya kita kembalikan kepada Allah SWT, “ujar pria keturunan Mbah Muqoyyim ini menuturkan.
Lebih lanjut Gus Sozu juga menuturkan jika pertama kali adanya pesantren Buntet yang pendirinya tiada lain adalah Mbah Muqoyyim, dan sudah selayaknya sebagai penerusnya untuk melestarikan dan melaksanakan segala ajarannya, maka dengan membangun kebersamaan melalui Padepokan Puser Bumi Nusantara ini sebagai awal dari kembalinya satu rasa satu keinginan demi kemaslahatan ummat.
“Padepokan Puser Bumi Nusantara ini tidak melihat dan memandang kedudukan seseorang , karena itu bukan hak kita, yang utama adalah mari kita bersama memperkuat ukuah Islamiah dan saling peduli dengan sesama” pungkas KH. Soleh Zuhdi (Nawawi).














































































































Discussion about this post