INDRAMAYU, (FC).- Balai Arkeologi Jawa Barat bersama Balai Pelestarian Cagar Budaya Lampung Banten DKI Jakarta Jawa Barat, Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Indramayu dan Dinas Pariwisata Kebudayaan Kabupaten Indramayu, kembali melakukan ekskavasi terhadap temuan struktur bangunan diduga candi di Blok Dingkel Desa Sambimaya Kabupaten Indramayu.
Ekskavasi tersebut rencananya, akan berlangsung hingga 9 Juni mendatang, dan akan di pimpin langsung oleh arkeolog Nanang Saptono.
Menurut Nanang , ekskavasi lanjutan ini akan membuka sejumlah kotak ekskavasi baru, yang bertujuan dapat menemukan sudut bangunan baru. Pada ekskavasi sebelumya sudah menemukan sudut bangunan disisi selatan.
“Saya berharap ada temuan menarik dari ekskavasi arkeologi kali ini, sehingga akan dapat diketahui fungsi dari struktur bangunan tersebut,” jelasnya, Minggu (26/5).
Sementara Ketua TACB Kabupaten Indramayu Dedy Musashi mengucapkan banyak terima kasih, adanya perhatian dari pemerintah pusat terhadap temuan struktur bangunan di Desa Sambimaya tersebut.
“Saya berharap, pemerintah Kabupaten Indramayu mengalokasikan anggarannya untuk ekskavasi lanjutan dan pembebasan lahan di lokasi temuan,” pintanya.
Dedy mengatakan, dengan adanya temuan tersebut berarti peradaban di Indramayu sudah lengkap, yakni dari masa prasejarah, masa Hindu Budda, masa Islam dan masa kolonial.
Masa prasejarah kata Dedy, dengan ditemukannya fosil Stegodon dan gigi Carcarocles Megalodon atau ikan hiu purba, di Ciwado Kecamatan Terisi yang hidup pada masa miosin hingga plestosin akhir kira kira 2,6 juta hingga 1,8 juta tahun yang lalu.
Masih di tempat yang sama, juga ditemukan tradisi batu besar (megalitik) yang hingga saat ini masih dimanfaatkan untuk sarana pemujaan.
“Indramayu ini kaya dengan tinggalan cagar budaya. Dari fosil, candi, masjid kuna sampai makam belanda (kerkoof) dan bangunan bergaya eropa kita punya,” papar Dedy.
Kedepannya, kata Dedy, TACB Kabupaten Indramayu akan mengajak eksekutif dan legislatif untuk duduk bersama membahas potensi kekayaan cagar budaya yang kita miliki ini.
“Tinggalan cagar budaya ini dapat dijadikan obyek wisata baru bagi Indramayu. yang imbasnya pada peningkatan PAD daerah. Untuk itu, harus bersama sama dibahas,” imbuhnya. (Agus)















































































































Discussion about this post