INDRAMAYU, (FC).- Seorang Pemuda Asal Blok Bungkul Barat, Kelurahan Bojongsari, Kecamatan Indramayu, Agung Prayitno (25) ditemukan tewas tengelam di Sungai Cimanuk, Blok Balong, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener.
Kamatian pemuda ini membuat gempar, pasalnya sebelum meninggal sempat pamit mencari ubi. Jenazahnya kini sudah dikebumikan di tempat pemakaman umum (TPU) di desa setempat.
Keterangan yang diperoleh FC, Kamis (20/5) menyebutkan, peristiwa itu berawal korban mengantarkan temannya bernama Rohadi (29) ke rumahnya di Blok Bangkir Balong, Desa Rambatan Kulon, Kecamatan Lohbener.
Setelah itu, korban pamitan kepada Rohadi ingin mencari ubi di sekitar rumah temannya itu.
Namun Rohadi tidak menghiraukan perkataan temannya tersebut. Hanya saja, Rohadi penasaran karena beberapa jam kemudian korban tak kunjung kembali ke rumahnya seperti biasa.
Sehingga dia keluar rumah dan menanyakan kepada tetangganya. Ternyata diketahui ada yang melihat jika korban pergi ke tepi Sungai Cimanuk,
Mendapatkan jawaban tersebut, Rohadi lalu bergegas mencarinya dan melihat korban dalam keadaan tenggelam di sungai.
Mengetahui itu, ia kemudian berusaha menolong korban, namun pertolongan dengan menarik tangan korban ke tepi sungai.
Hanya saja pertolongan itu sempat ditolak bahkan berusaha keras untuk melepaskan lengannya.
Nahasnya, tubuh korban semakin ke tengah hingga tenggelam di arus sungai Cimanuk.
Mengetahui itu, Rohadi berteriak meminta pertolongan yang kemudian sejumlah warga mendatangi lokasi kejadian.
Malangnya korban setelah dilakukan pencarian tidak ditemukan. Warga sekitar lalu menghubungi perangkat desa hingga dilaporkan ke Polsek, serta Satpolair Polres dan BPBD Indramayu.
Tak berapa lama, petugas pun datang ke lokasi usai mendapatkan. Tim Sar BPBD dan Satpolair Polres dibantu warga lalu melakukan pencarian terhadap korban.
Selang beberapa jam akhirnya tubuh Agung Prayitno, ditemukan 50 meter dari lokasi kejadian semula sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Paur Humas Ipda Agus Setiawan membenarkan kejadian tersebut.
Menurut dia, setelah tubuh korban dievakuasi ke tempat aman dan dilakukan pemeriksaan oleh Unit Inafis Polres tidak ditemukan adanya luka akibat kekerasan.
“Keluarga korban menyadari kejadian tersebut merupakan musibah dan takdir. Bahkan tidak akan menuntut kepada siapapun dan merasa keberatan dan tidak mengijinkan untuk dilakukan otopsi yang dituangkan dalam surat pernyataan menolak untuk dilakukan pemeriksaaan medis bagian dalam,” tandasnya. (Agus)

















































































































Discussion about this post