KAB. CIREBON, (FC).- Ayip Muhammad Rifqi, Kandidat Calon Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon tangkas tudingan bahwa dirinya merupakan kandidat boneka.
Pria yang akrab disapa AMR ini menegaskan, dirinya serius untuk mengikuti kontestasi perebutan kursi Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon.
Saat menggelar jumpa pers di salah satu rumah makan di Kabupaten Cirebon, AMR mengklaim didukung oleh para warga Nahdliyin, Kyai Muda, dan juga Pengurus DPC untuk maju dalam bursa pemilihan Ketua DPC.
“Ketua DPC PKB Demisioner H. M. Lutfi pernah menyebutkan nama saya sebagai kandidat calon ketua di media, itu yang membuat pengurus, Kyai Muda dan juga warga Nahdliyin meminta saya agar menseriusi hal itu,” kata AMR kepada FC, Jum’at (5/3).
AMR mengatakan, dirinya secara formal tidak pernah mendaftarkan diri sebagai calon Ketua.
Ia mencoba untuk berbaik sangka, jika memang namanya muncul sebagai kandidat ketua bersama dengan 4 orang lainnya termasuk Lutfi.
“Ya saya sih berkhusnudzon saja, bisa jadi ada tim dari DPW atau DPP PKB yang melakukan monitoring terhadap perkembangan dan dinamika organisasi serta politik di Kabupaten Cirebon yang saat pemilu tahun 2019 kemarin karena PKB telah menjadi pemenang Pemilu,” ujar AMR.
Dirinya juga membantah, bahwa kemenangan PKB pada Pemilu 2019 yang lalu sebagai bukti keberhasilan Lutfi memimpin PKB.
Dikatakannya, kemenangan PKB Kabupaten Cirebon merupakan hasil kerja Tim, dan tidak ada campur tangan Lutfi.
“Lutfi hanya memikirkan bagaimana dia jadi (Anggota DPRD), jadi kemenangan PKB itu diraih atas kerja tim secara Kolektif. Dan suara Lutfi di Dapil 7 juga tidak bagus-bagus amat, Lutfi memperoleh Kursi Terakhir di Dapil itu bahkan saya katakan terseok-seok karena hampir kalah dari nomor urut dibawahnya dengan selilih kurang lebih 300 suara,” ungkap AMR.
Bahkan menurutnya, hasil dari silaturahmi ke sejumlah Kyai di Kabupaten Cirebon, sebagian besar menghendaki akan adanya perubahan di tubuh PKB Kabupaten Cirebon.
Ia mengatakan, para Kyai dan ulama menganggap, Lutfi telah memberikan jarak yang jauh antara PKB dengan para Ulama.
“JAS HIJAU, jangan sekali sekali Hilangkan Jasa Ulama. Para ulama dan Kyai menganggap Lutfi tidak pernah berkunjung ataupun mengundang para ulama selama dia memimpin PKB,” tutur AMR.
Di tempat yang sama, salah satu tokoh deklarator PKB Kabupaten Cirebon Kyai Kamal menilai, kehadiran AMR sebagai Kandidat Ketua PKB merupakan langkah terbaik untuk PKB.
Pasalnya, sosok AMR dirasa pantas menjadi Ketua DPC PKB dan mampu membawa perubahan pada tubuh PKB Kabupaten Cirebon.
“Saya bersama dengan para ulama yang lain menyambut baik munculnya nama AMR sebagai Calon Ketua, saya yakin dia bisa membawa perubahan untuk PKB,” katanya.
Kyai Kamal juga menilai, kepemimpinan Lutfi selama satu Periode ini dianggap gagal total.
Menurutnya, Lutfi dianggap terlalu mendominasi PKB, hingga tidak ada dinamika di tubuh PKB itu sendiri.
Dirinya juga berharap, kedepannya PKB bisa lebih dinamis lagi dalam berpartai.
“PKB itu bukan milik Lutfi, PKB itu milik Kader PKB, dan juga semua orang. Jadi jangan ada dikotomi didalam PKB,” tandasnya. (Muslimin)













































































































Discussion about this post