KUNINGAN, (FC).- Kabupaten Kuningan kini memiliki pasar induk untuk ikan hias. Pasar yang dibentuk oleh kelompok Budidaya Ikan Tunas Harapan itu berlokasi di Pasar Ikan Bakom.
Bupati Kuningan, H. Acep Purnama yang meresmikan pasar tersebut mengapresasi pembentukan pasar ikan hias dengan tujuan untuk mendongkrak ekonomi kerakyatan khususnya di Desa Bakom agar dapat bangkit di masa Pandemi Covid -19.
Kementerian Kelautan dan Perikanan mencatat setidaknya ada 4.720 jenis ikan baik tawar maupun laut dan 650 spesies diantaranya adalah ikan hias.
Potensi tersebut tentu menjadi nilai strategis dalam menggenjot sumber devisa atas ekspor ikan hias.
KKP juga mencatat, pada kurun waktu tahun 2015 hingga 2018 produksi ikan hias mengalami peningkatan rata-rata sebesar 13,17% per tahun. Komoditas yang meningkat cukup signifikan yaitu Guppy (82,5%), Koki (61,7%), Corydoras (38,6%), Cupang (16,4%) dan Koi (8,9%).
Oleh karena itu, dibutuhkan sinergitas seluruh stakeholder dalam pembangunan industri ikan hias nasional baik untuk peningkatan produksi maupun mutu ikan hias, namun tetap memperhatikan keberlanjutan.
Beberapa waktu lalu, telah diadakan Kontes Ikan Koi selain memiliki keindahan juga bernilai tinggi hingga ratusan juta rupiah di Kabupaten Kuningan.
Hal ini memotivasi masyarakat untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam meningkatkan ekonomi dan membangun Kabupaten Kuningan sesuai dengan visi Kuningan MAJU (Makmur, Agamis dan Pinunjul).
Bupati Kuningan H. Acep Purnama sangat mengapresiasi dan mendukung berdirinya Pasar Induk Ikan Hias di Desa Bakom karena pasar ikan dapat menjadi wadah untuk para komunitas budidaya ikan hias yang diharapkan ke depannya dapat menjadi salah satu sentra ikan hias.
“Saya melihat potensi yang tumbuh dari sektor hobi peternakan ikan hias yang sangat potensial dikembangkan. Tinggal bagaimana masyarakat khususnya di Desa Bakom bisa meningkatkan perkembangan pasar induk ikan hias ini.” ujar Acep.
Disampaikan Acep, dalam budidaya, memelihara dan memasarkan ikan hias, ada baiknya jika meminta bimbingan dari para ahli, salah satu caranya adalah dengan studi banding.
Menurut Bupati Kuningan, masyarakat dapat mencontoh Tulungagung yang dapat memasok ikan hias ke Jawa Tengah dan Jawa Barat.
“Kuncinya adalah ketekunan. Pembudidaya ikan melakukan studi banding untuk belajar pada ahlinya yang sudah berpengalaman. Inilah salah satu ruang yang dapat menjadi peluang di kabupaten Kuningan. Saya mohon bantuan pada semuanya untuk memanfaatkan media sosial dengan menyampaikan informasi bahwa di Kuningan telah ada Pasar Ikan Hias dengan lokasi yang strategis, yaitu di pintu masuk menuju Kuningan wilayah selatan. Mudah untuk dikenal,” jelas Acep.
Kegemaran memeilihara ikan hias, menurut Acep, ada di hampir setiap keluarga, namun tidak setiap orang mengerti cara merawat ikan hias yang baik. Menurutnya, diperlukan sosialisasi pemeliaraan ikan hias.
“Jika tidak dirawat dengan baik, ikan-ikan akan mudah mati. Saya mohon kepada Bapak Kadis Perikanan dan Peternakan untuk merumuskan bagaimana agar potensi budidaya ikan hias ini dapat tersosialisasi secara merata,” kata Acep.
Disebutkan Acep, di kabupaten sudah banyak yang mulai budidaya ikan hias, diantaranya di Citangtu, Padamatang dan lainnya. Ia harap ke depannya masyarakat dapat memanfaaatkan potensi yang ada di Kuningan. (Ali)


















































































































Discussion about this post