KAB. CIREBON, (FC).- Puskesmas Losari Kabupaten Cirebon kembali lockdown (ditutup,-red) mulai Kamis-Sabtu (3-5/12), hal itu dilakukan menyusul adanya dugaan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Puskesmas tersebut terpapar Covid 19, Kamis (3/12).
Camat Losari, Moechlas mengatakan, penghentian pelayanan di Puskesmas tersebut untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, serta untuk melakukan sterilisasi gedung Puskesmas dengan melakukan penyemprotan disinfektan.
“Setelah adanya tes swab bagi pegawai, diduga ada salah satu Nakes yang positif Covid 19 dan untuk mencegah penyebaran, dilakukan penyemprotan disinfektan di Puskesmas,” paparnya.
Moechlas menjelaskan, penanganan Covid-19 sangat aktif dilakukan gugus tugas Covid-19 kecamatan hingga desa. Seperti gencar operasi yustisi masker dan pemasangan spanduk protokol kesehatan di tempat strategis.
“Kami terus lakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Akan tetapi yang paling utama, kesadaran masing-masing individu dalam menerapkan protokol kesehatan,” jelasnya.
Ketika ditanya berapa orang yang diduga terpapar Covid 19 di Puskesmas tersebut?, Moechlas menjawab satu orang Nakes. Sedangkan terkait Kapus Losari yang sedang dirawat di rumah sakit, dirinya menjelaskan, Kapus hanya kelelahan dan negatif dari Covid-19 sesuai hasil swab yang dilakukan padanya.
“Tes swab pertama ada satu orang Nakes yang diduga positif dan sudah tes swab kedua, namun hasilnya belum keluar. Diduga, nakes terpapar dari warga yang berobat,” terangnya.
Moechlas menghimbau pada seluruh masyarakat untuk terbuka dan terus terang saat dilakukan screening sewaktu berobat ke Puskesmas serta selalu mematuhi protokol kesehatan, guna meminimalisasi penyebaran Covid-19.
“Kami terus berupaya maksimal untuk terlepas dari zona merah, namun sepertinya kesadaran seluruh elemen terkait terkesan minim dalam menerapkan protokol kesehatan, sehingga Covid-19 belum hengkang dari kecamatan ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, dalam penanganan Covid-19 khususnya di wilayah Lecamatan Losari diharapkan adanya peran seluruh pihak, dan yang utama kesadaran masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan.
“Kami menghimbau pada seluruh masyarakat untuk minimalisasi kegiatan di luar rumah, jika terpaksa, memakai masker,” harap Moechlas. (Nawawi)















































































































Discussion about this post