MAJALENGKA, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka, melalui Dinas Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM (DK2UKM) Majalengka, mencanangkan 16 skema untuk pemulihan ekonomi lokal di Majalengka, guna menunjang program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).
“Beberapa minggu lalu di desa weragati, ada UMKM yang bergerak di bidang produksi kopeah, Alhamdulilah kualitasnya serupa dengan kopeah yang sudah menasional,” ujar Kepala DK2UKM Majalengka, H. Sadili saat menjadi narasumber pada acara Webinar Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Senin (30/11).
Selain kopiah, Sadili juga menyampaikan, baha terdapat dua produksi UMKM unggulan lainnya, yakni kopi dan tas.
“Kemarin setelah diuji kualitas oleh tim yang datang dari Jabar, kopi Majalengka kita masuk dalam kategori 4 terbaik, belum lagi bimbingan pelatihan kepada masyarakat untuk produksi tas, ternyata Alhamdulilah hasilnya memang sangat bagus” jelasnya
Kendati demikian, Sadili mengakui terdapat kelemahan dari sisi keterampilan, pemberdayaan, dan promosi. Dengan demikian, pihaknya menyiapkan 16 skema untuk menunjang hal tersebut, serta untuk pemulihan ekonomi lokal yang akan dicanangkan.
“Ada 16 skema yang nanti akan dicanangkan oleh kami untuk menunjang hal itu, serta untuk pemulihan ekonomi lokal,” katanya.
Adapun 16 skema tersebut, lanjut dia, yakni menyiapkan usaha padat karya infrastruktur 25 lokasi, pemagangan dalam negeri 200 orang, pemberdayaan tenaga kerja mandiri 60 orang, pelatihan kompetensi 40 orang, bantuan Baznas untuk K5, dan pengembangan MarketPlace lokal Raharja Mart.
“Selain itu, skema lainnya adalah dengan pembentukan 31 orang koperasi wanita, pembentukan tiga koperasi produktif, pembentukan sembilan koperasi pariwisata, pembangunan 20 gerai pedagang di taman cikebo, pembangunan 50 gerai pedagang di area SkyWalk Taman GGM, pembangunan gerai pedagang di eks Mapolres Kopo, pembangunan 8 gerai pedagang di taman Alun-alun, gerakan beli dan bangga produk lokal, bantuan modal peningkatan daya saing, dan offtaker UMKM,” tukasnya. (Ibin)















































































































Discussion about this post