INDRAMAYU, (FC).- Minimarket Alfamart yang terletak di jalan gang Bongas Desa Parean Girang Kecamatan Kandanghaur Kabupaten Indramayu, Kamis (26/11) sekitar pukul 02.18 WIB, dirampok satu orang perempuan dan dua orang pria dengan mengunakan samurai. Pelaku berhasil membawa kabur uang sebesar Rp60 juta.
Aksi perampokan minimarket dengan menggunakan senjata tajam ini masih didalami pihak kepolisian setempat.
Pihak kepolisian pun sudah melakukan olah TKP dan meminta keterangan dari sejumlah pihak untuk membekuk para pelaku perampokan.
Keterangan yang berhasil dihimpun FC, Kamis (26/11) menyebutkan, Aksi perampokan ini terjadi saat dua karyawan minimarket sedang mengecek dan mendata barang yang ada di dalam minimarkett.
Selang beberpa menit datang seorang perempuan yang memakai jaket sweeter yang memakai masker berpura pura sebagai konsumen melihat barang.
Disaat bersamaan kemudian satu orang pelaku lainya masuk dan langsung menodongkan senjata tajam (sajam) jenis pisau bayonet dan alat kampak dan samurai kepada karyawan minimarket.
Para pelaku kemudian memaksa karyawan minimarket untuk membuka brangkas uang yang berada di belakang. Satu pelaku lalu mengambil uang tunai sebanyak Rp57,5 juta yang tersimpan di brangkas tersebut.
Bahkan seorang pelaku perempuan yang semula ikut masuk dan berada di depan kasir lantas menjarah barang berupa rokok berbagai merk yang ada di etalase, termasuk uang di loker kasir sebanyak Rp.3,2 juta.
Setelah berhasil menggasak uang puluhan juta serta rokok, ketiga pelaku kabur dengan menggunakan kendaraan mobil jenis Toyota warna putih.
“Mereka pergi menggunakan mobil itu ke jalan raya Pantura arah Jakarta. Nomor polisi mobil itu tidak jelas karena mobilnya tancap gas saat saya mengikuti mereka,” kata Niko.
Sementara itu, menurut warga setempat, Asep membenarkan aksi perampokan tersebut. Menurutnya, aksi perampokan minimarket desa Parean Girang tersebut bukan kali ini saja, melainkan sebelumnya juga pernah terjadi.
“Perampokan minimarket desa parean girang ini sudah dua kali dan anehnya tidak terekam CCTV karena CCTV tersebut mati,” ungkapnya
Kapolres Indramayu AKBP Hafidh S Herlambang melalui Kasat Reskrim AKP Luthfi Olot Gigantara membenarkan kejadian tersebut.
Menurut dia, pihaknya masih melakukan pendalaman terhadap peristiwa itu dengan meminta keterangan sejumlah saksi-saksi ditempat kejadian guna untuk mengetahui kejadian pastinya.
“Kita sudah melakukan olah TKP,” pungkasnya (Agus)
















































































































Discussion about this post