KAB. CIREBON, (FC).- Berkurangnya aktifitas pelaksanaan donor darah dimasa Covid-19 ini, mengakibatkan minimnya stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Cirebon. Keluarga pasien yang membutuhkan darah wajib melakukan donor untuk menjaga kestabilan stok darah.
Koordinator Donor Darah PMI Kabupaten Cirebon, Dedi Setryadi mengatakan selama masa pandemi Covid-19 ini ketersediaan darah kisaran 2.000 labu perbulan. Dari kebutuhan yang diperlukan sekitar 3.000-3500 labu, salah satu upaya untuk memenuhinya keluarga pasien untuk melakukan donor atau istilahnya barter darah, agar stok di PMI tetap stabil dikisaran 100 labu untuk menyediakan stok bagi keluarga pasien yang datang langsung ke PMI.
“Selama Covid-19, stok darah bukan hanya di PMI Kabupaten Cirebon tapi secara Nasional, untuk mensiasatinya kita minta keluarga pasien untuk mengganti, istilahnya barter donor darah,”ungkap Dedi saat menggelar donor darah di Desa Sarajaya, Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Senin (21/9).
Masih dikatakan Dedi, darah dari para pendonor ini akan diolah dan disimpan, kemudian didistribusikan ke rumah sakit, diantara kebutuhan darah yang terbanyak adalah RSUD Waled, dalam seminggu minimal mendistribusikan sekitar 200 labu darah.
“Alhamdulillah, donor darah di desa ini mendapatkan 30 labu. Selain minimnya stok darah, golongan darah AB juga sulit didapat,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Sarajaya, Rudiyana mengungkapkan, donor darah ini sebagai upaya menanamkan jiwa kemanusiaan pada masyarakat dan menambah stok darah PMI.
“Alhamdulillah, masyarakat sangat antusias dan berhasil mendapatkan puluhan kantong darah. Keberhasilan ini tak lepas dari peran serta Puskesmas dan pihak terkait,” ungkapnya.
Menurut Rudi, donor darah yang dilaksanakan ini direncanakan menjadi agenda rutin tiap tiga bulan sekali.
“Dengan mendonorkan darah secara rutin, dapat membantu orang lain yang membutuhkan. Diharapkan, dengan adanya aksi donor darah ini ketersediaan darah tercukupi dan masyarakat yang membutuhkan darah, dapat dengan mudah mendapatkannya,” harapnya.
Dirinya mengucapkan terima kasih pada masyarakat, perangkat dan lembaga desa juga Muspika, yang berpartisipasi mendonorkan darahnya.
“Semoga melalui donor darah ini, dapat membantu masyarakat lain yang membutuhkan darah,” imbuh Rudi. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post