KOTA CIREBON, (FC),- Dalam dua bulan belakangan ini sebanyak 188 kepala keluarga RT 05 Kopi Luhur Kelurahan Argasunya Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon perlu menempuh perjalanan 2 KM untuk mendapat air bersih dari sumur.
Sebenarnya, masyarakat Kopi Luhur sendiri biasanya mendapat bantuan pasokan air dari jetpam dua kali setiap minggu melalui tangki yang dikirimkan. Namun sejak adanya pandemi covid-19, tepatnya sejak enam bulan lalu bantuan tersebut berhenti.
“Kita biasanya suka dapat air jetpam dari 2 tangki seminggu, tapi sejak 6 bulan lalu tidak tangki air yang belum datang sampai saat ini,” ujar Ibu RT 05 Siti Rukoyah, Sabtu (19/9).
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, lanjut Siti, masyarakat biasa mengambil air dari masjid, Itupun hanya dapat mencukupi 50 KK sehingga, 133 KK lainnya perlu menimba air di sumur.
“Kita perlu menimba di sumur, itu pun sumurnya kadang kering, dan juga tidak semua sumur airnya bersih, kadang keruh sampai berwarna hijau, dan juga kadang airnya asin untuk jarak sumurnya juga yang paling dekat kurang lebih 2 km,” ungkap Siti kepada FC.

















































































































Discussion about this post