KAB.CIREBON, (FC).- Persoalan kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif menjadi aspirasi utama warga dalam reses masa sidang III Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, di Desa Pabuaran Kidul, Kecamatan Pabuaran, Selasa (30/6).
Keluhan tersebut mencuat karena banyak warga mengaku kesulitan memperoleh layanan kesehatan akibat status kepesertaan mereka sudah tidak aktif.
Dalam dialog bersama masyarakat, sejumlah warga berharap pemerintah segera menghadirkan solusi agar kepesertaan BPJS Kesehatan dapat kembali diaktifkan sehingga pelayanan kesehatan dapat diakses tanpa kendala.
Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Sophi Zulfia, menegaskan persoalan BPJS Kesehatan merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus menjadi perhatian bersama.
“Masalah BPJS Kesehatan menjadi kebutuhan mendasar masyarakat dan harus segera mendapat solusi,” ujarnya.
Sophi mengatakan seluruh aspirasi yang disampaikan warga akan dibahas bersama pemerintah daerah dan instansi terkait sebagai bahan tindak lanjut.
Menurutnya, reses merupakan sarana bagi anggota legislatif untuk menyerap secara langsung kebutuhan masyarakat di daerah pemilihannya.
Ia juga berkomitmen memperjuangkan agar masyarakat yang memenuhi persyaratan dapat kembali memperoleh jaminan layanan kesehatan melalui pengaktifan kepesertaan BPJS.
“Kami akan berupaya maksimal agar persoalan BPJS nonaktif ini dapat segera ditindaklanjuti,” tegasnya.
Sophi menambahkan, seluruh hasil reses akan dibawa dalam pembahasan bersama organisasi perangkat daerah (OPD) maupun instansi terkait agar dapat menjadi prioritas penyelesaian.
“Setiap aspirasi masyarakat akan kami perjuangkan dalam rapat bersama pihak terkait agar dapat direalisasikan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Kecamatan Pabuaran, Doni, menilai reses menjadi ruang komunikasi yang efektif antara masyarakat dan wakil rakyat.
Ia berharap keluhan warga, khususnya mengenai BPJS Kesehatan yang tidak aktif, dapat segera memperoleh solusi sehingga masyarakat kembali mendapatkan akses pelayanan kesehatan.
“Harapan masyarakat sederhana, BPJS yang tidak aktif bisa kembali digunakan untuk berobat,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, PAC PDI Perjuangan Kecamatan Pabuaran juga menggelar peringatan Bulan Bung Karno sebagai bentuk penghormatan terhadap perjalanan sejarah bangsa.
Kegiatan itu mengenang tiga momentum penting, yakni kelahiran Ir. Soekarno pada 6 Juni 1901, lahirnya Pancasila pada 1 Juni 1945, serta wafatnya Bung Karno pada 21 Juni 1970.
Menurut Doni, nilai-nilai perjuangan Bung Karno harus terus menjadi semangat dalam membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan pengabdian kepada masyarakat.
“Nilai-nilai perjuangan Bung Karno harus terus menjadi semangat dalam mengabdi kepada masyarakat,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan Bulan Bung Karno juga diisi dengan pemberian santunan kepada puluhan anak yatim dan penyerahan surat keputusan kepengurusan ranting PDI Perjuangan se-Kecamatan Pabuaran.
Doni berharap kegiatan tersebut mampu memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat desa sekaligus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
“Semoga kebersamaan ini semakin memperkuat akar rumput dan membawa manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post