KOTA CIREBON, (FC).- Cuaca panas yang melanda berbagai wilayah, termasuk Kota Cirebon, mendapat perhatian serius dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cirebon.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan menerapkan langkah-langkah pencegahan untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan akibat suhu udara yang semakin tinggi.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Cirebon, dr. Siti Maria Listiawaty mengatakan kondisi musim kemarau tahun ini disertai peningkatan suhu yang cukup signifikan. Bahkan, fenomena tersebut disebut sejumlah ahli berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai “Godzilla El Nino”, yang menyebabkan cuaca menjadi lebih panas dibanding biasanya.
“Memang saat ini kita sedang memasuki musim kemarau dengan suhu yang terasa semakin meningkat dari hari ke hari. Karena itu kami mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatannya dan tidak mengabaikan dampak dari cuaca panas ekstrem,” ujar dr. Maria, Selasa (30/6).
Ia mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama saat matahari berada pada puncak teriknya, yakni sekitar pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Jika aktivitas di luar rumah tidak dapat dihindari, masyarakat disarankan mencari tempat yang teduh atau menggunakan pelindung diri seperti topi, payung maupun pakaian yang dapat melindungi tubuh dari paparan sinar matahari secara langsung.
Selain itu, masyarakat diminta memperbanyak konsumsi air putih agar tubuh tetap terhidrasi. Menurutnya, asupan cairan yang cukup sangat penting untuk membantu menurunkan suhu tubuh sekaligus mencegah dehidrasi maupun serangan heat stroke yang berpotensi membahayakan kesehatan.
“Minumlah air putih dalam jumlah yang cukup, terutama ketika cuaca sedang sangat terik. Ini penting agar tubuh tetap terhidrasi, suhu tubuh tetap terjaga, serta dapat mengurangi risiko dehidrasi maupun heat stroke,” katanya.
Dinkes juga mengimbau masyarakat tetap menggunakan masker, khususnya saat beraktivitas di jalan yang berdebu atau ketika kondisi tubuh sedang kurang fit. Penggunaan masker dinilai dapat membantu mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan yang cenderung meningkat pada musim kemarau.
Menurut dr. Maria, kondisi udara yang kering selama musim kemarau juga berpotensi memicu peningkatan sejumlah penyakit. Beberapa di antaranya adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), gangguan kulit akibat kulit kering, hingga reaksi alergi.
Untuk itu, masyarakat disarankan menjaga kelembapan kulit dengan menggunakan lotion atau pelembap agar kulit tidak mudah mengalami dehidrasi.
“Musim kemarau memang meningkatkan risiko beberapa penyakit, mulai dari ISPA hingga gangguan kulit. Karena itu, selain menjaga asupan cairan, masyarakat juga perlu merawat kesehatan kulit agar tidak mudah kering ataupun mengalami iritasi,” jelasnya.
Tak hanya itu, pola hidup sehat juga menjadi kunci menjaga daya tahan tubuh selama cuaca panas berlangsung. Dinkes mengimbau masyarakat untuk mencukupi waktu istirahat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, serta tetap rutin berolahraga sesuai kondisi fisik.
Sementara itu, terkait pelayanan kesehatan, dr. Maria memastikan seluruh puskesmas di Kota Cirebon tetap memberikan pelayanan secara optimal meski jumlah kunjungan masyarakat masih tergolong tinggi.
“Pelayanan di puskesmas tetap berjalan seperti biasa. Memang kunjungan masyarakat masih cukup tinggi. Kami juga akan melakukan pendataan terhadap 10 penyakit terbanyak yang muncul pada periode ini sebagai bahan evaluasi dan pemantauan,” ungkapnya.
Ia menambahkan, Dinas Kesehatan juga telah melakukan penguatan layanan kesehatan, termasuk dengan penambahan tenaga kesehatan di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan agar kebutuhan masyarakat tetap dapat terlayani secara maksimal selama musim kemarau berlangsung.
Dinas Kesehatan Kota Cirebon berharap masyarakat semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca panas dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala seperti pusing berat, lemas, demam tinggi, sesak napas, atau tanda-tanda dehidrasi. (Agus)












































































































Discussion about this post