KOTA CIREBON, (FC).- Upaya meningkatkan literasi keuangan sekaligus membentengi generasi muda dari maraknya investasi ilegal terus diperkuat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi membuka Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Cirebon, Selasa (30/6).
Peresmian yang berlangsung di lingkungan kampus Untag Cirebon itu ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib, Rektor Untag Cirebon, perwakilan Bursa Efek Indonesia, serta sejumlah mitra strategis. Papan bertuliskan “Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia Untag Cirebon” dengan slogan “Investasi Hari Ini, Masa Depan Negeri” menjadi penanda dimulainya operasional fasilitas edukasi pasar modal tersebut.
Kepala OJK Cirebon, Agus Muntholib, mengatakan keberadaan galeri investasi merupakan implementasi komitmen OJK sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (PPSK). Menurutnya, OJK tidak hanya menjalankan fungsi pengawasan, tetapi juga memperkuat edukasi, literasi, inklusi keuangan, perlindungan konsumen, hingga pengembangan industri jasa keuangan.
“Galeri investasi ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pengembangan industri pasar modal sekaligus meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa,” ujarnya.
Agus menilai, galeri investasi bukan sekadar ruang belajar, tetapi menjadi pusat informasi dan wadah pembentukan calon investor maupun pelaku usaha masa depan yang memahami pengelolaan keuangan secara sehat.
“Ruangan ini bukan hanya sekadar ruangan, tetapi sebuah jendela informasi yang nantinya menjadi kawah candradimuka bagi lahirnya investor-investor baru dan pebisnis baru yang melek keuangan,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa yang memiliki pemahaman tentang investasi akan mampu membedakan produk investasi legal dan ilegal, sekaligus berperan mengedukasi masyarakat agar tidak menjadi korban investasi bodong.
“Mereka dapat mengajak teman-temannya untuk berinvestasi pada instrumen yang legal dan diawasi OJK, serta menghindari produk investasi ilegal,” jelasnya.
Agus juga mengungkapkan perkembangan positif pasar modal Indonesia. Saat ini jumlah investor nasional terus mengalami peningkatan, bahkan didominasi oleh investor domestik.
“Kami berharap dari Cirebon Raya akan lahir banyak investor andal yang mampu berkontribusi terhadap perkembangan pasar modal nasional,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor Untag Cirebon, Dr. Erna, menyambut baik kehadiran Galeri Investasi BEI di kampusnya. Ia memastikan fasilitas tersebut terbuka bagi seluruh mahasiswa dari berbagai program studi, tidak hanya Fakultas Ekonomi.
“Kami sangat senang dengan hadirnya galeri investasi ini. Seluruh mahasiswa dari berbagai fakultas dapat memanfaatkan fasilitas ini untuk belajar dan memahami dunia investasi,” katanya.
Menurutnya, Untag Cirebon juga akan memperluas manfaat galeri investasi melalui kerja sama dengan sekolah menengah atas, sekolah menengah kejuruan, hingga organisasi kepemudaan di wilayah Cirebon.
“Kami ingin menggandeng SMA, SMK, dan organisasi pemuda agar semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya investasi sejak dini,” ujarnya.
Ia menilai edukasi investasi perlu dikenalkan lebih awal agar generasi muda mampu mengelola keuangan secara lebih produktif.
“Daripada uang digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, akan lebih baik jika mulai belajar berinvestasi,” tuturnya.
Kepala Wilayah I Bursa Efek Indonesia, Thasrif Muharfi, menjelaskan Galeri Investasi merupakan program nasional BEI untuk memperluas akses edukasi pasar modal kepada masyarakat melalui perguruan tinggi.
“Program ini bertujuan membangun awareness masyarakat terhadap pasar modal dengan memanfaatkan lingkungan kampus sebagai pusat edukasi,” katanya.
Ia menegaskan, mahasiswa perlu memahami cara kerja pasar modal beserta risiko investasi sehingga mampu mengambil keputusan investasi secara bijak.
“Harapannya mahasiswa memahami mekanisme pasar modal, mengenali risiko investasi, dan dapat menentukan pilihan investasi yang tepat,” ujarnya.
Selain itu, pemahaman mengenai instrumen investasi legal dinilai menjadi benteng penting agar generasi muda tidak mudah tergiur berbagai tawaran investasi ilegal.
“Mereka akan mengetahui instrumen investasi yang legal dan diawasi pemerintah sehingga terhindar dari investasi bodong,” katanya.
Thasrif mengungkapkan, minat generasi muda terhadap pasar modal terus menunjukkan tren positif. Saat ini jumlah investor pasar modal di Indonesia telah melampaui 28 juta Single Investor Identification (SID), dengan mayoritas berasal dari kelompok usia 17 hingga 25 tahun.
“Peningkatan investor muda sangat signifikan dalam tiga tahun terakhir,” ungkapnya.
Dukungan terhadap pengembangan literasi pasar modal juga datang dari KISI Sekuritas. Head of Regional Management Division KISI Sekuritas, Agastya Yoga Swara, mengatakan keberadaan galeri investasi akan menjadi jembatan antara teori yang dipelajari di bangku kuliah dengan praktik langsung di dunia investasi.
“Kami bangga dapat berkontribusi dalam dunia akademik, khususnya untuk meningkatkan pemahaman mahasiswa mengenai pasar modal,” ujarnya.
Menurut Yoga, kolaborasi antara perguruan tinggi, OJK, BEI, dan perusahaan sekuritas diharapkan mampu mencetak investor muda yang cerdas, bertanggung jawab, dan memiliki pemahaman yang baik mengenai investasi.
“Semoga galeri investasi ini menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memperdalam ilmu sekaligus mempraktikkannya secara benar melalui pasar modal,” katanya.
Hadirnya Galeri Investasi Bursa Efek Indonesia di Untag Cirebon diharapkan menjadi tonggak penguatan literasi keuangan di wilayah Cirebon. Tidak hanya menjadi pusat pembelajaran investasi, galeri tersebut juga diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang cakap mengelola keuangan, memahami instrumen investasi legal, serta berperan aktif dalam menekan praktik investasi ilegal di tengah masyarakat. (Agus)
caption Agus













































































































Discussion about this post