BANDUNG, (FC).- Prosesi pelantikan pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Institut Teknologi Bandung (ITB) di ITB Innovation Park Ganesha, Bandung, mendapat perhatian khusus dari Presidium Majelis Nasional (MN) KAHMI yang juga anggota DPR RI, Dr. H. E. Herman Khaeron, M.Si.,
Kehadirannya menjadi suntikan semangat bagi para kader muda yang akan mengemban amanah organisasi di lingkungan kampus teknologi terkemuka tersebut.
Dalam sambutannya, Herman Khaeron yang akrab disapa Kang Hero menegaskan, kader HMI yang berada di lingkungan akademik ITB memiliki posisi strategis sebagai bagian dari kalangan intelektual yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa.
“Kapasitas akademik yang dimiliki harus berjalan beriringan dengan komitmen terhadap nilai-nilai perjuangan organisasi,” jelas Kang Hero..
Ia mengingatkan pentingnya menjaga relevansi gerakan mahasiswa di tengah perkembangan zaman dengan tetap menjadikan Nilai Dasar Perjuangan (NDP) sebagai landasan berpikir dan bertindak. NDP, kata Kang Hero, harus menjadi kompas yang mengarahkan setiap langkah kader dalam merespons berbagai persoalan sosial, kebangsaan, maupun pembangunan.
Ia juga mendorong para kader untuk terus merawat budaya diskusi yang selama ini menjadi ciri khas organisasi mahasiswa. Namun, ia menekankan bahwa tradisi kritis tersebut harus dibangun di atas argumentasi yang kuat, objektif, dan berbasis data.
“Kekuatan utama kader HMI di ITB adalah kemampuan dalam mengkritisi kebijakan melalui pendekatan yang objektif dan berbasis data. Teruslah menjadi intelektual muda yang tidak hanya mampu bersuara, tetapi juga menawarkan solusi konkret bagi bangsa,” tegas Kang Hero.
Pesan tersebut disampaikan sebagai bentuk dorongan agar pengurus baru tidak hanya aktif dalam dinamika organisasi, tetapi juga mampu menghadirkan gagasan-gagasan konstruktif yang dapat menjawab tantangan pembangunan nasional.
Pelantikan pengurus HMI Komisariat ITB ini menjadi momentum regenerasi kepemimpinan sekaligus penguatan peran kader dalam menjaga tradisi intelektual, integritas keislaman, dan semangat kebangsaan di tengah dinamika kehidupan kampus dan masyarakat. (Agus)













































































































Discussion about this post