KUNINGAN, (FC).- Kepemimpinan baru Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Kuningan resmi dimulai. Setelah Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP menerbitkan Surat Keputusan (SK) kepengurusan, Ali Akbar ditetapkan sebagai Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PPP Kabupaten Kuningan untuk periode 2026–2031.
Terbitnya SK tersebut sekaligus mengakhiri seluruh tahapan Musyawarah Cabang (Muscab) PPP Kabupaten Kuningan yang telah digelar pada 11 April 2026 lalu.
Dengan keluarnya keputusan resmi dari DPP, seluruh kader kini diminta kembali merapatkan barisan dan fokus membangun kekuatan partai menghadapi agenda politik mendatang.
Ali Akbar mengatakan dinamika yang terjadi selama proses Muscab merupakan hal yang wajar dalam organisasi politik. Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk mengakhiri perbedaan pandangan dan kembali bersatu demi kepentingan partai.
“SK sudah keluar. Sekarang saatnya seluruh kader kembali solid dan bersatu. Dinamika dalam Muscab adalah bagian dari proses demokrasi organisasi yang harus disikapi secara dewasa,” ujarnya, Rabu (24/6).
Dalam menjalankan roda organisasi, Ali akan didampingi Masuri yang akrab disapa Gonjes sebagai Sekretaris DPC serta Haji Eman yang dipercaya mengemban tugas sebagai Bendahara.
Ketiganya diharapkan menjadi motor penggerak dalam upaya membangkitkan kembali kekuatan PPP di Kabupaten Kuningan.
Ali menegaskan tidak boleh ada lagi kubu-kubuan pasca pelaksanaan Muscab. Menurutnya, energi partai harus diarahkan untuk memperkuat konsolidasi internal dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap PPP.
Ia menilai partai berlambang Ka’bah tersebut perlu melakukan berbagai pembaruan agar mampu menjawab tantangan politik yang terus berkembang. PPP, kata dia, tidak bisa lagi mengandalkan pola-pola lama jika ingin kembali menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan.
“PPP harus hadir dengan wajah baru yang lebih adaptif dan terbuka. Kita harus mampu menjangkau generasi muda tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai perjuangan partai,” katanya.
Sebagai langkah awal membangun soliditas organisasi, Ali mengaku telah melakukan silaturahmi dengan sejumlah tokoh senior PPP Kabupaten Kuningan.
Di antaranya Dr. Toto, H. Momon, dan H. Uus Yusuf yang selama ini dikenal memiliki kontribusi besar dalam perjalanan partai.
Menurutnya, dukungan serta masukan dari para senior menjadi modal penting dalam membangun sinergi antara kader muda dan tokoh-tokoh berpengalaman di tubuh PPP.
Menghadapi Pemilu mendatang, Ali langsung memasang target yang cukup ambisius. Ia menegaskan PPP Kabupaten Kuningan menargetkan perolehan minimal lima kursi di DPRD Kabupaten Kuningan.
Target tersebut akan diwujudkan melalui penguatan struktur partai hingga tingkat desa, peningkatan konsolidasi kader, mempererat hubungan dengan kalangan pesantren, serta mengoptimalkan basis dukungan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang selama ini memiliki kedekatan historis dengan PPP.
“Kami akan fokus memperkuat struktur partai sampai tingkat bawah, merangkul kalangan pesantren, serta membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat. Target lima kursi DPRD harus menjadi semangat bersama seluruh kader,” tegasnya.
Dalam susunan kepengurusan baru, sejumlah tokoh senior juga mendapatkan peran strategis di jajaran majelis partai. K.H. Abdul Muhit, K.H. Ajib Ma’ali, dan Drs. H. Momon dipercaya mengisi Majelis Syariah. Sementara Dr. Toto didapuk sebagai Ketua Majelis Pertimbangan dan H. Uus Yusuf memimpin Majelis Pakar.
Dengan kombinasi pengalaman para senior dan energi kader muda, PPP Kabupaten Kuningan optimistis mampu memperkuat soliditas internal, memperluas basis dukungan masyarakat, serta meningkatkan perolehan suara pada kontestasi politik yang akan datang. (Angga)












































































































Discussion about this post