KUNINGAN, (FC).- Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kecamatan Jalaksana terus berprogres. Namun hingga awal Juni 2026, baru dua desa yang telah menuntaskan pembangunan dan siap menjalankan operasional koperasi, sementara desa lainnya masih berada dalam berbagai tahapan pengerjaan.
Camat Jalaksana, Asikin, mengatakan dua desa yang telah menyelesaikan pembangunan KDMP adalah Desa Padamenak dan Desa Maniskidul. Kedua desa tersebut bahkan telah menerima bantuan kendaraan operasional berupa truk sebagai penunjang aktivitas koperasi.
“Yang sudah selesai dan siap beroperasi baru Desa Padamenak dan Desa Maniskidul. Keduanya juga sudah menerima bantuan kendaraan operasional,” ujarnya usai kegiatan Pembinaan Wilayah (Binwil) PKK di Balai Desa Babakanmulya, Kamis (4/6).
Menurut Asikin, perkembangan pembangunan KDMP di wilayahnya masih cukup beragam. Sekitar enam hingga tujuh desa saat ini telah memasuki tahap penyelesaian akhir atau finishing, sementara sejumlah desa lainnya masih dalam proses pembangunan fisik.
Bahkan, terdapat beberapa desa yang progres pembangunannya baru mencapai sekitar 50 persen sehingga masih memerlukan waktu untuk menyelesaikan seluruh tahapan pekerjaan.
“Progresnya memang berbeda-beda. Ada yang masih tahap pondasi, ada yang sudah 50 persen, ada yang masuk tahap finishing, dan ada yang sudah siap operasional,” katanya.
Meski demikian, pihak kecamatan terus mendorong seluruh pemerintah desa untuk mempercepat penyelesaian pembangunan agar KDMP dapat segera berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Asikin menilai keberadaan KDMP merupakan program strategis yang diharapkan mampu memperkuat perekonomian desa melalui pengembangan usaha berbasis koperasi dan pemberdayaan masyarakat.
Karena itu, seluruh unsur pemerintah, baik di tingkat kecamatan maupun desa, memiliki tanggung jawab untuk mendukung keberhasilan program tersebut.
“Sebagai bagian dari pemerintah, kami tentu berkewajiban menyukseskan program ini agar tujuan yang telah direncanakan dapat tercapai,” ujarnya.
Ia berharap pembangunan fisik yang tengah berjalan dapat diikuti dengan kesiapan sistem pengelolaan dan operasional koperasi sehingga keberadaan KDMP tidak hanya menjadi bangunan semata, tetapi benar-benar mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat desa.
Menurutnya, jika dikelola secara profesional dan berkelanjutan, KDMP berpotensi menjadi salah satu instrumen penting dalam mewujudkan kemandirian ekonomi desa.
“Mudah-mudahan program ini berjalan sesuai harapan dan mampu menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat. Karena membangun Indonesia memang harus dimulai dari desa,” pungkasnya. (Angga)










































































































Discussion about this post