KOTA CIREBON, (FC).- Penunjukan SMA Telkom Sekar Kemuning sebagai sekolah swasta mitra dalam program Sekolah Maung atau Sekolah Manusia Unggul menjadi momentum penting bagi peningkatan peran sekolah swasta dalam mendukung pemerataan akses pendidikan berkualitas di Kota Cirebon.
Sekolah yang berada di bawah naungan Yayasan Miftahul Ulum itu telah menyatakan kesiapannya untuk menampung siswa limpasan dari sistem penerimaan peserta didik yang tidak tertampung di sekolah tujuan utama.
Sebagai sekolah penyangga yang ditunjuk oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah X, SMA Telkom Sekar Kemuning menyiapkan konsep pembelajaran yang berbeda dari kebanyakan sekolah menengah atas pada umumnya.
Kepala SMA Telkom Sekar Kemuning, Maya Widiawati mengatakan pihaknya telah menyiapkan lima ruang kelas khusus dengan kapasitas maksimal 100 siswa. Namun, setiap kelas hanya akan diisi paling banyak 20 peserta didik.
Menurutnya, jumlah siswa yang lebih sedikit dalam satu kelas akan membuat proses pembelajaran menjadi lebih efektif dan terarah.
“Dengan jumlah siswa yang terbatas, interaksi guru dan peserta didik bisa lebih intensif. Pengawasan karakter maupun perkembangan akademik siswa juga dapat dilakukan secara lebih optimal,” ujar Maya, Senin (1/6).
Konsep kelas kecil tersebut menjadi salah satu keunggulan yang ditawarkan sekolah dalam mendukung keberhasilan program Sekolah Maung yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
Selain menyiapkan ruang belajar khusus, SMA Telkom Sekar Kemuning juga mengandalkan sistem pembelajaran berbasis digital. Setiap ruang kelas telah dilengkapi pendingin ruangan (AC), Smart TV, serta perangkat tablet yang digunakan dalam aktivitas belajar mengajar.
Penerapan digital learning juga dilakukan melalui Student Digital Portfolio (SDP), sebuah sistem yang memungkinkan seluruh tugas dan dokumen akademik siswa tersimpan secara terintegrasi dalam server sekolah.
“Melalui sistem tersebut, guru maupun orang tua dapat lebih mudah memantau perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan,” katanya.
Maya menilai pendekatan pembelajaran digital menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tantangan pendidikan modern yang semakin dekat dengan teknologi.
Tak hanya dari sisi fasilitas, sekolah juga memperkuat kualitas pembelajaran melalui sinkronisasi kurikulum dengan SMAN 2 Cirebon yang ditunjuk sebagai sekolah negeri dalam program Sekolah Maung di Kota Cirebon.
Salah satu program unggulan yang akan diperkuat adalah For Skills English yang berfokus pada kemampuan berbicara, mendengar, membaca, dan menulis dalam bahasa Inggris.
Program tersebut dipersiapkan sebagai fondasi apabila ke depan terdapat pengembangan kurikulum yang mengadopsi standar internasional, termasuk Kurikulum Cambridge.
“Kami ingin memastikan siswa yang masuk melalui jalur Sekolah Maung tetap memperoleh kualitas pembelajaran yang setara dengan sekolah unggulan,” ungkapnya.
Kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada SMA Telkom Sekar Kemuning tidak lepas dari rekam jejak akademik sekolah tersebut. Dari 17 guru tetap yang mengajar, sekitar 80 persen telah mengantongi sertifikasi profesional.
Selain itu, capaian asesmen nasional untuk literasi dan numerasi disebut berada pada kategori sangat baik. Data sekolah juga menunjukkan seluruh lulusan tahun sebelumnya berhasil melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Pada jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, sekitar 60 persen siswa yang memenuhi syarat berhasil diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Indonesia, Universitas Padjadjaran, Universitas Diponegoro, hingga Politeknik Negeri Bandung.
Sementara itu, Pembina Yayasan Miftahul Ulum, Otong Iip menjelaskan SMA Telkom Sekar Kemuning akan menjadi salah satu pilihan lanjutan bagi calon peserta didik yang tidak lolos di sekolah tujuan utama melalui sistem pendaftaran terpusat.
Menurutnya, skema tersebut menjadi solusi agar siswa tetap memperoleh akses pendidikan berkualitas tanpa harus kehilangan kesempatan belajar akibat keterbatasan kuota sekolah negeri.
“Kami siap mendukung program pemerintah dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi siswa yang nantinya dialihkan melalui program Sekolah Maung,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jawa Barat juga berencana memberikan subsidi biaya pendidikan bagi siswa yang diterima melalui skema Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK) dalam program Sekolah Maung.
Kebijakan tersebut diharapkan dapat meringankan beban orang tua sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan di sekolah swasta.
“Dengan dukungan fasilitas digital, kelas berkapasitas kecil, tenaga pendidik profesional, serta rekam jejak akademik yang kompetitif, SMA Telkom Sekar Kemuning kini bersiap menjadi salah satu penyangga utama pendidikan berkualitas di Kota Cirebon,” pungkasnya.
Penunjukan SMA Telkom Sekar Kemuning sebagai sekolah swasta mitra dalam program Sekolah Maung juga melalui proses verifikasi yang melibatkan tim dari berbagai unsur pendidikan di Jawa Barat.
Tim verifikasi tersebut terdiri dari Dr. H. Nendi, S.Pd., MM, Kepala SMAN 2 Cirebon yang bertindak sebagai verifikator Sekolah Swasta Kerja Sama (SSK), Susilawati, S.Pd., M.Pd. dan Uun, S.E. dari Tim Verifikasi SSK KCD Pendidikan Wilayah X Jawa Barat, H. Asep, S.Pd., M.M. selaku Koordinator Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Barat, serta H. Putut Purwanto, S.M.B. yang menjabat sebagai Ketua Yayasan Miftahul Ulum (YMU).
Hasil verifikasi itulah yang kemudian mengantarkan SMA Telkom Sekar Kemuning dipercaya menjadi sekolah swasta mitra dalam program Sekolah Maung di Kota Cirebon. (Agus)











































































































Discussion about this post