INDRAMAYU, (FC).- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Indramayu memulai uji coba aplikasi Sistem Informasi Kerja Sama Daerah (Sikandra).
Kepala Bagian Tata Pemerintahan Setda Indramayu, Ade Suhayati, mengatakan, kehadiran aplikasi Sikandra untuk mengatasi berbagai kendala administratif yang kerap ditemukan sebelumnya.
Di antaranya, menurut dia, kesulitan dalam pencarian dokumen fisik, kurangnya sinkronisasi data antar instansi terkait status persetujuan pimpinan, hingga lainnya.”Kehadiran aplikasi Sikandra ini menjadi upaya pemerintah daerah dalam memacu digitalisasi pelayanan publik untuk mewujudkan visi Indramayu REANG,” kata Ade, Kamis (21/5)
Ia mengatakan, pengembangan aplikasi itu menjadi langkah konkret dalam mengoptimalkan tata kelola kerja sama daerah, baik dengan daerah lain, pihak ketiga, maupun lembaga di luar negeri.
Hal tersebut sesuai amanat yang tertuang pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) RI Nomor 22 Tahun 2020 mengenai Tata Cara Kerja Sama Daerah.
Namun, pihaknya memastikan, aspek keamanan dan identitas lokal pada aplikasi tersebut menjadi prioritas utama untuk mencegah penyalahgunaan pengelolaan hak akses dokumen yang telah ditandatangani.
Selain itu, ke depannya direncanakan bakal menyisipkan identitas daerah ke dalam nama aplikasi agar lebih representatif terhadap semangat pembangunan yang sedang diusung pemerintah derah.
“Aplikasi Sikandra ini tentang kolaborasi Indramayu Reang untuk mewujudkan ekonomi kerakyatan dan pembangunan gotong royong, dan kami masih mempertimbangkan penamaan yang paling tepat,” ujar Ade Suhayati.
Sementara Subkoordinasi Bagian Tata Pemerintahan Setda Indramayu, Aan Kunaefi, menyampaikan, aplikasi itu dirancang untuk menyatukan seluruh dokumen kerja sama dalam satu platform yang terintegrasi, sehingga lebih mudah dikoordinasikan dan transparan.
Melalui aplikasi Sikandra, calon mitra kerja sama semakin mudah untuk mengunduh template dokumen, mengunggah naskah kesepakatan, hingga memantau status pengajuan secara real-time.
“Kami berharap, aplikasi Sikandra menjadi jembatan yang mempercepat masuknya investasi dan kemitraan strategis bagi pembangunan di Kabupaten Indramayu, karena dirancang untuk mengefisiensikan waktu serta menyederhanakan birokrasi,” kata Aan Kunaefi. (Agus Sugianto)










































































































Discussion about this post