KAB.CIREBON, (FC).- Kerusakan Jalan Rasjid Singawijaya yang menghubungkan Desa Karangwangun dan Desa Pakusamben, Kecamatan Babakan, Kabupaten Cirebon, kembali dikeluhkan warga.
Jalan tersebut disebut mengalami kerusakan cukup parah dan belum mendapat penanganan maksimal selama bertahun-tahun.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan rusaknya lapisan aspal membuat aktivitas masyarakat terganggu. Padahal, ruas jalan itu menjadi akses vital bagi warga untuk bekerja, bersekolah, hingga menjalankan aktivitas ekonomi sehari-hari.
Kerusakan jalan juga dinilai membahayakan pengguna jalan karena rawan menyebabkan kecelakaan, terutama bagi pengendara sepeda motor. Selain itu, banyak kendaraan mengalami kerusakan akibat sering melintasi jalan berlubang.
Salah seorang warga sekaligus anggota Komunitas Lentera Sasak, Jarot, mengaku prihatin dengan kondisi jalan yang belum diperbaiki secara menyeluruh.
“Kalau tidak salah, Jalan Rasjid Singawijaya ini sudah rusak sekitar tujuh tahun. Padahal kami setiap tahun tetap bayar pajak kendaraan,” ujarnya, Senin (18/5).
Warga berharap pemerintah daerah segera melakukan perbaikan agar akses transportasi masyarakat kembali aman dan nyaman.
Kerusakan jalan yang dibiarkan terlalu lama juga dikhawatirkan semakin parah saat musim hujan karena genangan air menutupi lubang di badan jalan.
Sementara itu, Kuwu Desa Karangwangun, Taufik Islami, mengatakan pemerintah desa terus berupaya memperjuangkan perbaikan jalan tersebut.
Menurutnya, Jalan Rasjid Singawijaya memiliki peran penting karena menjadi akses penghubung antar desa, jalur aktivitas ekonomi dan pertanian, hingga jalur alternatif menuju kawasan industri di wilayah Kecamatan Pabedilan.
“Jalan ini sangat vital karena menjadi akses masyarakat untuk kegiatan ekonomi, pertanian dan jalur alternatif menuju kawasan industri,” ujar Taufik.
Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Karangwangun telah beberapa kali mengusulkan perbaikan jalan kepada Dinas PUTR Kabupaten Cirebon serta meminta dukungan anggota DPRD Kabupaten Cirebon melalui anggaran pokok pikiran (pokir).
Menurut Taufik, usulan tersebut akhirnya mendapat respons pada tahun ini melalui program peningkatan jalan berupa pengaspalan sepanjang 400 meter.
“Alhamdulillah, tahun ini sudah ada respons untuk peningkatan jalan melalui pengaspalan sepanjang 400 meter, sementara sisanya akan dilakukan pemeliharaan. Semoga ke depan tidak ada lagi keluhan dari masyarakat,” katanya.
Sambil menunggu pelaksanaan proyek perbaikan, pemerintah desa bersama masyarakat masih melakukan perbaikan secara swadaya dengan menutup dan mengurug lubang jalan agar lebih aman dilalui pengguna jalan.
Taufik berharap realisasi perbaikan dapat segera dilakukan sehingga aktivitas transportasi dan ekonomi masyarakat kembali lancar. (Nawawi)












































































































Discussion about this post