JAKARTA, (FC).- Penjualan eceran diprakirakan terjaga pada bulan April 2026. Indeks Penjualan Riil (IPR) April 2026 diprakirakan sebesar 231,0 mendorong tetap tumbuhnya penjualan secara tahunan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Perlengkapan Rumah Tangga Lainnya, serta Subkelompok Sandang.
Secara bulanan, penjualan eceran pada bulan April 2026 diprakirakan menurun sebesar -10,0% (mtm), dipengaruhi oleh normalisasi permintaan masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dan Idulfitri 1447 H.
Pada Maret 2026, HKI tercatat sebesar 256,7. Kinerja tersebut terutama didorong oleh pertumbuhan penjualan pada Kelompok Suku Cadang dan Aksesori, Barang Budaya dan Rekreasi, serta Makanan, Minuman, dan Tembakau secara tahunan.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Maret 2026 tumbuh sebesar 10,3% (mtm), lebih tinggi dari Februari 2026 yang tumbuh sebesar 4,1% (mtm).
Peningkatan tersebut didukung oleh kinerja penjualan seluruh kalangan, terutama Kelompok Barang Budaya dan Rekreasi, Makanan, Minuman, dan Tembakau, Bahan Bakar Kendaraan Bermotor, serta Subkelompok Sandang, seiring dengan peningkatan permintaan masyarakat pada periode HBKN Ramadhan dan Idulfitri 1447 H.
Dari sisi harga, tekanan inflasi tiga dan enam bulan yang akan datang, yaitu Juni dan September 2026, diperkirakan meningkat.
Hal ini tecermin dari Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) Juni dan September 2026 yang tercatat masing-masing sebesar 175,6 dan 163,2, lebih tinggi dibandingkan dengan IEH Mei dan Agustus 2026 yang dicatat masing-masing sebesar 157,4 dan 157,2, didorong oleh kenaikan harga bahan baku.***
sumber: bi.go.id













































































































Discussion about this post