KUNINGAN, (FC).- Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional seiring meningkatnya surplus beras dalam dua tahun terakhir.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Wahyu Hidayah, mengatakan surplus beras meningkat dari 93 ribu ton pada 2024 menjadi 120 ribu ton pada 2025.
“Ini bukan hanya capaian angka, tetapi bukti bahwa Kuningan mampu menjaga konsistensi produksi dan berkontribusi terhadap pasokan pangan nasional,” ujarnya dalam kegiatan pembinaan dan silaturahmi penyuluh pertanian, kemarin.
Berdasarkan data dinas, produksi padi sepanjang 2025 mencapai 396.873 ton Gabah Kering Giling (GKG) atau setara 254.435 ton beras.
Sementara kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar 134.191 ton per tahun, sehingga tercatat surplus 120.244 ton.
Memasuki awal 2026, capaian tersebut berlanjut. Hingga akhir Maret, sekitar 20.310 hektare atau 78 persen dari total luas baku sawah 26.016 hektare telah dipanen.
“Artinya kita sudah mulai mengisi pasokan beras nasional sejak awal tahun,” kata Wahyu.
Meski demikian, ia mengingatkan sejumlah tantangan ke depan, seperti perubahan iklim, dinamika pasar global, hingga potensi gagal panen.
Pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan peran penyuluh pertanian sebagai ujung tombak di lapangan, tidak hanya sebagai pendamping teknis, tetapi juga agen perubahan bagi petani.
“Penyuluh harus mampu mengedukasi dan memastikan petani siap menghadapi berbagai perubahan,” ujarnya.
Ia menegaskan, peningkatan surplus beras tidak lepas dari sinergi antara pemerintah daerah, penyuluh, dan petani.
“Kuningan punya modal kuat. Produksi terjaga, panen lebih cepat, dan surplus meningkat,” katanya. (Angga)












































































































Discussion about this post