KUNINGAN, (FC).- Kinerja Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Kuningan tahun anggaran 2025 menunjukkan capaian yang belum optimal. Dari target yang ditetapkan sebesar Rp479 miliar, realisasi PAD hanya mencapai Rp379 miliar atau 79,30 persen.
Data tersebut terungkap dalam rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Bupati Tahun 2025 yang digelar di Gedung DPRD Kuningan, Senin (30/3). Rapat dipimpin Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy, didampingi unsur pimpinan DPRD lainnya.
Dalam pemaparannya, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyampaikan bahwa secara keseluruhan pendapatan daerah direncanakan sebesar Rp2,825 triliun, namun realisasinya hanya mencapai Rp2,641 triliun atau 93,50 persen.
“Dari total tersebut, PAD ditargetkan Rp479 miliar, namun terealisasi Rp379 miliar atau hanya 79,30 persen,” ujarnya.
Sementara itu, pendapatan transfer masih menjadi penopang utama keuangan daerah dengan realisasi Rp2,214 triliun atau 96,41 persen dari target Rp2,297 triliun. Adapun lain-lain pendapatan daerah yang sah terealisasi Rp46 miliar atau 95,82 persen dari target Rp49 miliar.
Di sisi belanja, pemerintah daerah menganggarkan Rp2,91 triliun dengan realisasi sebesar Rp2,69 triliun atau 92,37 persen. Rinciannya meliputi belanja operasi Rp2,01 triliun (90,44 persen), belanja modal Rp172 miliar (95 persen), belanja tidak terduga Rp11,96 miliar (99,68 persen), serta belanja transfer Rp492,35 miliar (99,96 persen).
Berdasarkan struktur APBD 2025, Pemkab Kuningan merencanakan defisit anggaran sebesar Rp94 miliar. Namun hingga akhir periode pelaporan, realisasi defisit tercatat Rp54 miliar atau 58,34 persen dari target.
Untuk menutup defisit tersebut, pemerintah daerah mengoptimalkan pembiayaan daerah yang direncanakan Rp94 miliar, dengan realisasi mencapai Rp92 miliar atau 97,90 persen.
Bupati merinci, penerimaan pembiayaan daerah mencapai Rp117 miliar atau 98,34 persen dari target Rp119 miliar. Sumbernya berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya sebesar Rp20 miliar serta pinjaman daerah sebesar Rp97 miliar.
“Pinjaman daerah tersebut terdiri dari pinjaman jangka pendek Rp25 miliar dan jangka menengah Rp74 miliar,” jelasnya.
Sementara itu, pengeluaran pembiayaan untuk pembayaran cicilan pokok utang telah terealisasi sebesar Rp25 miliar atau 100 persen dari target.
Dengan demikian, pembiayaan netto tercatat sebesar Rp92 miliar atau 97,90 persen dari target. Di akhir periode pelaporan, masih terdapat SiLPA sebesar Rp37 miliar yang akan dimanfaatkan sebagai salah satu sumber pembiayaan pada tahun anggaran berikutnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menegaskan arah pembangunan daerah ke depan akan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Kuningan Tahun 2025-2029 sebagai pedoman kebijakan pembangunan daerah.(Angga)

















































































































Discussion about this post