KAB.CIREBON, (FC).- Sebanyak 16 sound horeg memeriahkan karnaval Lebaran di Desa Gebang Kulon, Kecamatan Gebang, Kabupaten Cirebon, Senin (23/3) malam. Kegiatan tahunan ini disambut antusias ribuan warga yang memadati sepanjang rute karnaval.
Panitia penyelenggara dari Karang Taruna Wijaya Kusuma, Dimas, mengatakan karnaval Lebaran menjadi tradisi sekaligus hiburan bagi masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, panitia memfasilitasi jalannya acara serta memberikan penilaian kepada peserta terbaik berdasarkan kreativitas ogoh-ogoh dan penampilan sound horeg.
“Peserta ada 16 kelompok dari blok, dusun, dan grup obrog. Kami berharap semua bisa menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung,” ujarnya.
Ia menegaskan, potensi keributan menjadi perhatian bersama. Karena itu, seluruh peserta diminta mematuhi aturan yang telah ditetapkan.
Pihak kepolisian juga akan memberikan sanksi tegas berupa pembekuan izin bagi peserta yang terlibat keributan.
“Alhamdulillah kegiatan berjalan aman dan tertib berkat kesadaran semua pihak,” tambahnya.
Panitia juga sempat melakukan penutupan jalan sementara untuk mendukung kelancaran acara, serta menyampaikan permohonan maaf kepada pengguna jalan yang terdampak.
Salah seorang warga, Nurohman, yang merantau di Tangerang, mengaku karnaval Lebaran di kampung halamannya selalu menjadi momen yang dinantikan saat mudik.
“Selain silaturahmi, acara seperti ini tidak saya temui di perantauan,” ungkapnya.
Ia menilai, meski dihadiri ribuan warga dengan jumlah petugas terbatas, kegiatan tetap berlangsung aman berkat kesadaran masyarakat.
Ke depan, ia berharap sistem pemberangkatan peserta dapat dipusatkan di satu titik agar penonton tidak perlu menunggu terlalu lama.
“Kalau bisa dari satu titik, supaya penonton tidak lama menunggu peserta dari blok lain,” harapnya.
Dengan semangat kebersamaan, tradisi karnaval Lebaran di Gebang Kulon diharapkan terus terjaga sebagai ajang silaturahmi sekaligus hiburan rakyat yang aman dan tertib. (Nawawi)

















































































































Discussion about this post