INDRAMAYU, (FC).- Ratusan jemaah Asy-Syahadatain di Desa Tinumpuk, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, melaksanakan Salat Idulfitri 1447 Hijriah lebih awal, Kamis (19/3), di Masjid Nurul Huda.
Pelaksanaan Salat Id tersebut berlangsung saat pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat penentuan 1 Syawal. Sejak pagi sekitar pukul 05.30 WIB, jemaah mulai berdatangan ke masjid bersama keluarga untuk mengikuti rangkaian ibadah.
Sebelum Salat Idulfitri, jemaah terlebih dahulu melaksanakan salat sunnah dua rakaat dan salat duha di dalam masjid. Suasana khidmat terlihat selama pelaksanaan ibadah berlangsung.
Pimpinan Asy-Syahadatain Desa Tinumpuk, Habib Zaenal Abidin, menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal oleh jemaahnya didasarkan pada metode hisab yang telah menjadi pedoman.
Menurutnya, perhitungan tersebut mengacu pada sistem penanggalan tertentu, di mana awal Ramadan tahun ini ditetapkan jatuh pada hari Selasa. Dengan demikian, Kamis (19/3) dinilai telah genap 30 hari pelaksanaan ibadah puasa.
“Berdasarkan perhitungan hisab yang kami gunakan, hari ini telah genap 30 hari berpuasa, sehingga kami menetapkan sebagai 1 Syawal dan melaksanakan Salat Idulfitri,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan Salat Idulfitri lebih awal tidak hanya dilakukan di Desa Tinumpuk, tetapi juga di sejumlah wilayah lain yang memiliki jemaah Asy-Syahadatain.
“Di beberapa wilayah seperti Panguragan dan Segeran juga melaksanakan hari ini, meskipun ada sebagian yang mungkin melaksanakannya besok,” katanya.
Jumlah jemaah yang mengikuti Salat Idulfitri di Masjid Nurul Huda diperkirakan mencapai 800 hingga 900 orang.
Dengan perbedaan metode penentuan awal bulan Hijriah, pelaksanaan Idulfitri di sejumlah kelompok masyarakat pun berlangsung berbeda waktu. Meski demikian, suasana ibadah di Desa Tinumpuk tetap berlangsung tertib dan khidmat. (Agus Sugianto)













































































































Discussion about this post