KAB.CIREBON, (FC).- Di balik suksesnya pelaksanaan kejuaraan renang pelajar, keterbatasan fasilitas olahraga masih menjadi tantangan serius dalam pembinaan atlet renang di Kabupaten Cirebon.
Akuatik Kabupaten CirebonĀ menilai ketiadaanĀ kolam renang berstandar nasionalĀ berpotensi menghambat peningkatan prestasi atlet daerah.
Ketua Akuatik Kabupaten Cirebon,Ā Yudi Kurniawan, mengungkapkan hingga saat ini Kabupaten Cirebon belum memiliki kolam renang berukuranĀ 50 x 25 meterĀ yang menjadi standar nasional dan internasional.
Padahal, Kabupaten Cirebon telah memilikiĀ 12 klub renangĀ dengan dukungan pelatih yang dinilai berkualitas.
Menurut Yudi, ketersediaan fasilitas menjadi faktor kunci dalam menentukan kualitas latihan atlet serta capaian prestasi di level yang lebih tinggi.
āFasilitas sangat menentukan kualitas pembinaan dan prestasi atlet. Harapannya, ke depan Kabupaten Cirebon dapat memiliki kolam renang berstandar nasional,ā ujar Yudi, Sabtu (7/2).
Menanggapi hal tersebut,Ā Ketua KONI Kabupaten Cirebon, Agus Kurniawan Budiman, menyatakan dukungannya terhadap upaya peningkatan fasilitas olahraga renang.
Ia menilai pembangunan kolam renang standar nasional sangat penting untuk menopang sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.
Menurutnya, kejuaraan renang pelajar yang rutin digelar telah menjadi fondasi kuat dalam menumbuhkan minat dan mental juara atlet sejak usia dini.
āAjang kompetisi seperti ini sangat penting untuk membentuk mental bertanding dan mencetak atlet potensial. Dengan dukungan fasilitas yang memadai, atlet Kabupaten Cirebon diyakini mampu bersaing di tingkat nasional hingga internasional,ā ujarnya. (Ghofar)















































































































Discussion about this post