KAB.CIREBON, (FC).- Hujan berintensitas tinggi dengan durasi panjang selama dua hari berturut-turut menyebabkan banjir meluas di sejumlah wilayah Kabupaten Cirebon.
Sedikitnya 1.233 rumah warga terendam, tersebar di lima kecamatan dan tujuh desa, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon.
Wilayah terdampak banjir meliputi Desa Kedungsana Kecamatan Plumbon, Desa Sutawinangun Kecamatan Kedawung, Desa Kalibaru dan Desa Dawuan Kecamatan Tengahtani, serta Desa Klayan, Desa Jatimerta, dan Desa Adhidarma di Kecamatan Gunung Jati.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cirebon, Hadi Eko Prasetyo, mengatakan titik banjir terparah terjadi di Desa Sutawinangun, Kecamatan Kedawung, dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter.
“Banjir dipicu curah hujan yang sangat tinggi serta meluapnya sejumlah sungai di wilayah Kabupaten Cirebon,” ujar Hadi, Sabtu (7/2).
Ia menyebutkan, selama dua hari kejadian banjir tercatat 1.233 rumah terendam, dengan 1.389 kepala keluarga (KK) terdampak. Penyebab banjir di tiap wilayah berbeda, menyesuaikan kondisi sungai setempat.
“Untuk Kecamatan Kedawung akibat limpasan Sungai Kedungpane, Kecamatan Tengahtani disebabkan meluapnya Sungai Cipager, sedangkan di Kecamatan Plumbon akibat luapan Sungai Cisoka,” jelasnya.
Selain faktor hujan dan luapan sungai, banjir juga diperparah oleh sedimentasi sungai, minimnya daerah resapan air, serta kondisi drainase yang tidak berfungsi optimal, sehingga air dengan cepat masuk ke kawasan permukiman warga.
“Masalah sedimentasi sungai dan buruknya drainase menjadi faktor utama yang memperparah genangan banjir,” tegas Hadi.
Sementara itu, Ketua RW 06, Desa Sutawinangun, Imam, mengungkapkan banjir telah merendam ratusan rumah warga sejak Kamis (4/2) malam.
“Ketinggian air semalam sempat mencapai sekitar 90 sentimeter, alhamdulillah siang ini sudah mulai surut sekitar 30 sentimeter,” ujar Imam.
Sebagian warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat, sementara lainnya memilih mengungsi ke Masjid Baitul Mutaqin yang dinilai lebih aman dari genangan banjir.
“Kami berharap ada bantuan makanan dari pemerintah, karena akses jalan menuju Vila Intan saat ini masih terkepung air,” pungkasnya. (Johan)
















































































































Discussion about this post