KUNINGAN, (FC).- Polemik yang membelit PAM Tirta Kamuning (PDAM) Kuningan kian memanas dan memicu perhatian berbagai pihak. Tokoh Pengamat Kebijakan Publik sekaligus Ketua Forum Tela’ah Kebijakan Daerah (F-Tekad), Sujarwo atau Mang Ewo, mengingatkan Bupati Kuningan agar lebih cermat menerima laporan dari jajaran internal, khususnya terkait isu sensitif yang berpotensi menimbulkan konflik antar lembaga.
Mang Ewo menilai respons keras dari BBWS Cimanuk Cisanggarung tidak muncul tanpa dasar.
Menurutnya, kecil kemungkinan lembaga teknis setingkat balai besar mengeluarkan sikap tegas tanpa didukung data dan fakta yang bisa dipertanggungjawabkan.
“Bupati harus lebih berhati-hati dan teliti dalam menerima laporan dari stafnya, terutama yang menyangkut hal sangat sensitif. Reaksi BBWS tentu didasarkan pada fakta dan data versi mereka. Sangat tidak mungkin lembaga setingkat BBWS bereaksi keras kalau tidak punya dasar yang kuat,” ujar Mang Ewo.
Ia juga mendesak jajaran direksi PDAM untuk bersikap terbuka terhadap kekurangan yang ada dan segera melakukan pembenahan menyeluruh agar tidak memicu kesalahan lanjutan yang berdampak pada kepercayaan publik.
“Direktur PDAM sebaiknya mengakui kekurangan dan segera melakukan pembenahan di semua aspek. Jangan sampai terjadi blunder yang justru menurunkan kredibilitas pimpinan daerah,” katanya.
Selain itu, Mang Ewo menyoroti peran Dewan Pengawas yang dinilai harus diperkuat. Ia menegaskan fungsi pengawasan perlu dijalankan secara aktif agar tidak menimbulkan kesan hanya formalitas dalam struktur BUMD.
“Fungsi Dewan Pengawas harus dioptimalkan, jangan sampai hanya terkesan sebagai pelengkap syarat administratif,” tegasnya.
Desakan tersebut muncul di tengah meningkatnya sorotan publik terhadap tata kelola, perizinan, dan pengawasan pemanfaatan air di wilayah Kuningan.(Angga)















































































































Discussion about this post