KAB. CIREBON, (FC).- Krisis air mulai menggerus lahan pertanian di Desa Cikalahang, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon.
Pasokan air irigasi yang selama ini mengalir ke sawah warga terus menyusut, membuat sebagian lahan pertanian tidak lagi bisa digarap secara optimal.
Padahal, Desa Cikalahang berada tidak jauh dari sumber mata air Telaga Nilem dan Telaga Remis di wilayah Kabupaten Kuningan.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, petani mengeluhkan aliran air ke sawah semakin kecil dan tidak menentu.
“Kami sering tidak kebagian air. Sawah jadi kering dan tidak bisa ditanami maksimal,” ujar Kasdi, petani Desa Cikalahang, Selasa (20/1).
Berdasarkan data pemerintah desa, luas lahan pertanian Cikalahang yang sebelumnya mencapai sekitar 144 hektare kini menyusut menjadi 89,03 hektare hingga 2025.
Sekitar 55 hektare lahan berubah menjadi lahan kering akibat berkurangnya pasokan air irigasi.
Kepala Desa Cikalahang Kusnan membenarkan kondisi tersebut. Ia mengatakan, berkurangnya pasokan air telah berdampak langsung pada sektor pertanian dan ekonomi warga.
“Dulu petani bisa tanam padi dua kali setahun. Sekarang sebagian hanya sekali, bahkan ada sawah yang tidak ditanami sama sekali,” kata Kusnan.
Menurutnya, kekurangan air mulai dirasakan sejak air baku di sekitar wilayah tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan lintas daerah.
Meski secara administratif sumber air berada di Kabupaten Kuningan, Desa Cikalahang menjadi wilayah yang paling terdampak.
“Letaknya dekat dengan sumber air, tapi justru kami yang kekurangan,” ujarnya.
Saat musim hujan, sawah masih bisa digarap secara terbatas. Namun, ketika kemarau tiba, kondisi menjadi lebih berat. Petani harus menunggu hujan atau mengandalkan air sumur yang jumlahnya terbatas.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terus menyusutnya lahan pertanian di Cikalahang jika tidak ada penataan ulang pengelolaan air.
Pemerintah desa berharap pemerintah daerah dan instansi terkait segera turun tangan untuk memastikan pasokan air irigasi tetap terjaga.
“Air adalah urat nadi pertanian. Kalau ini tidak segera diselesaikan, lahan pertanian bisa habis,” tegas Kusnan.
Warga berharap kebijakan pengelolaan air ke depan dapat mengutamakan kebutuhan masyarakat sekitar sumber, sehingga sawah-sawah di Cikalahang tetap produktif dan tidak semakin mengering. (Angga)















































































































Discussion about this post