KAB.CIREBON, (FC).- Sejumlah warga Desa Dawuan, Kecamatan Tengahtani, Kabupaten Cirebon terpaksa mengungsi akibat rumahnya terendam banjir.
warga yang memilih mengungsi tersebut berasal dari lima kawasan perumahan yang terdampak sangat parah, di antaranya Perumahan Nuansa Dawuan, Permata Dawuan, Lovina Dawuan, Dawuan Regency dan Graha Dawuan Permai.
Desa Dawuan merupakan salah satu titik banjir yang paling parah di Kabupaten Cirebon akibat hujan selama berjam-jam yang berlangsung sejak sore.
Bayu, warga Perumahan Permata Dawuan, mengaku tetap bertahan di rumahnya, karena menjaga barang-barang miliknya agar tidak hanyut terbawa banjir.
“Aliran air di depan rumah cukup deras, sehingga khawatir barang-barang di rumah ikut hanyut ketinggian air 1,2 meter,” ujar Bayu saat ditemui lokasi, Selasa (23/12) malam.
Ia mengatakan, beberapa tetangga di kanan dan kiri rumahnya juga memilih bertahan, meski puluhan petugas dikerahkan untuk mengevakuasi warga terdampak banjir ke GOR milik Desa Dawuan.
“Rata-rata anggota keluarganya yang mengungsi, tapi tetap ada yang menunggu rumah. Kebetulan, keluarga saya sudah dievakuasi ke rumah saudara yang tidak banjir, sementara saya paling mengungsi di mobil,” ujarnya.
Sementara itu, Kuwu Desa Dawuan, Amirudin mengaku kewalahan, pasalnya banjir kali ini lumayan parah dalam beberapa tahun terakhir, karena ketinggian airnya mencapai lebih dari satu meter.
“Banjirnya sejak menjelang magrib dan langsung masuk rumah. Penyebabnya, curah hujan tinggi wilayah Kuningan dari sore hingga sungai Cipager mengalami limpas,” kata Amirudin.
Hingga kini, petugas gabungan tampak masih berkeliling di Desa Dawuan mengevakuasi warga terdampak banjir ke GOR desa.
“Di tempat evakuasi kami sempat mengalami kekurangan selimut karena banyak lansia dan anak – anak yang mengungsi di GOR, warga terdampak ada 8 RW, namun tidak semuanya mengungsi di GOR sebagian warga lebih memilih di rumah sambil menunggu air surut,” pungkasnya. (Johan)
















































































































Discussion about this post