KAB.CIREBON, (FC).- Pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 di sejumlah titik jalan Kabupaten Cirebon selama sepekan terakhir memperlihatkan satu kenyataan yang masih jauh dari harapan.
Dalam tujuh hari, tercatat 1.428 pelanggaran terjadi di wilayah hukum Polresta Cirebon, tingkat kedisiplinan berlalu lintas masyarakat masih rendah.
Kasat Lantas Polresta Cirebon, Kompol Mangku Anom Sutrisno mengatakan, angka tersebut dihimpun dari penindakan yang dilakukan sejak 17 hingga 23 November 2025 sepekan operasi zebra dilaksanakan.
“Totalnya ada 1.428 pelanggaran selama Operasi Zebra Lodaya 2025. Mayoritas dilakukan oleh pengendara sepeda motor dari jumlah tersebut 1.098 pelanggar merupakan pengendara roda dua,” kata Anom, Rabu (26/11).
Anom menyebut, pelanggaran paling mendominasi masih sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yakni tidak menggunakan helm standar saat berkendara. “Pelanggaran helm mencapai 534 kasus. Ini masih jadi masalah utama setiap operasi berlangsung,” ujarnya.
Selain itu, petugas juga mencatat 266 pengendara di bawah umur, 149 kasus melawan arus, dan 97 pelanggar berboncengan lebih dari satu orang.
Adapun penggunaan ponsel saat berkendara tercatat 23 kasus, melebihi batas kecepatan 25 kasus, dan knalpot tidak sesuai spesifikasi teknis sebanyak empat pelanggar.
“Untuk roda dua, sejauh ini tidak ditemukan balap liar atau pengendara di bawah pengaruh alkohol,” ujarnya.
Tidak hanya roda dua, kendaraan roda empat juga ikut menyumbang pelanggaran dalam jumlah besar. Tercatat 330 pelanggaran terjadi selama operasi zebra berlangsung.
“Yang paling banyak adalah pelanggaran tidak menggunakan sabuk keselamatan, totalnya 258 pengemudi,” katanya.
Sementara 33 pelanggar tercatat menggunakan ponsel saat berkendara, 11 melawan arus, dan 28 merupakan pengemudi di bawah umur. Meski jumlah pelanggaran tinggi, sebagian besar masih diberikan sanksi ringan.
“Dari total keseluruhan, 1.342 pelanggar kami berikan teguran, penindakan melalui ETLE diterapkan kepada 86 kasus,” ujarnya.
Anom berharap hasil operasi kali ini mampu menjadi alarm bagi masyarakat untuk kembali disiplin dalam berkendara.
Ia menegaskan, kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan, baik melalui operasi rutin maupun penindakan digital seperti ETLE yang sudah tersebar di jalanan strategis Kabupaten Cirebon dengan temuan ribuan pelanggaran ini.
Operasi Zebra Lodaya 2025 menjadi pengingat keras bahwa keselamatan berkendara masih harus diperjuangkan bersama di Kabupaten Cirebon.
“Kami mengedepankan edukasi dalam operasi ini, agar pengendara lebih patuh terhadap peraturan lalu lintas. Harapannya, risiko kecelakaan bisa ditekan,” pungkas Anom. (Johan)















































































































Discussion about this post