KAB.CIREBON, (FC).- Kondisi tanggul sungai Cisanggarung yang berada di Desa Pasuruan Kecamatan Pabedilan Kabupaten Cirebon sepanjang sekitar 200 meter dalam kondisi kritis, bila tidak segera dilakukan penanganan dikhawatirkan bisa jebol ke jalan.
Menanggapi permohonan Kuwu Pasuruan, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung langsung melakukan penanganan tanggul sepanjang 100 meter.
Kuwu Pasuruan Muja menjelaskan, tanggul sungai Cisanggarung yang ada di wilayah Desa Pasuruan totalnya sepanjang 1.500 meter, saat ini kondisinya butuh dilakukan pembaharuan dan peninggian, dan sepanjang 200 sudah dalam kondisi kritis, 100 meter di antaranya sudah hampir menggerus badan jalan.
Selain itu juga, di bawah tanggul banyak rumah warga, sehingga jika tanggul tersebut jebol maka puluhan rumah terancam tenggelam.
Atas kondisi tersebut pihaknya melayangkan permohonan ke BBWS Cimancis agar tanggul kritis tersebut segera dilakukan penanganan, menurut Kuwu Muja, tanggul Cisanggarung di desa tetangga (Desa Kalibuntu) yang sudah menggerus jalan, kini sudah dilakukan penanganan permanen, jangan sampai di Desa Kalibuntu aman justru pindah masalah di Desa Pasuruan.
“Tanggul hanya tersisa sekitar kurang dari 2 meter, bisa dilihat jika air sungai Cisanggarung meluap kekuatannya sangat besar, sehingga kondisi tersebut sangat membuat warga kawatir bila tak kunjung dilakukan penanganan,” ungkapnya kepada FC, Selasa (25/11).
Lanjut disampaikan Kuwu Muja, pihaknya bersyukur, permohonan Pemdes Pasuruan yang dilayangkan ke BBWS Cimancis langsung direspon cepat, tim dari BBWS Cimancis segera turun ke lokasi dan langsung merealisasikan penanganan tanggul kritis tersebut.
Untuk penanganan yang akan dilakukan sendiri sepanjang 100 meter dari sekitar 1.500 meter yang diharapkan dan diajukan oleh Pemdes, namun demikian pihaknya bersyukur meski mendapat pennaganan sepanjang 100 meter, dilakukan untuk penanganan tanggul kritis yang berada dekat dengan jalur jalan provinsi.
“Kami memaklumi karena memang anggaran BBWS Cimancis juga untuk kegiatan lainnya, namun kami berharap penanganan tanggul khususnya yang berada di wilayah Desa Pasuruan bisa berkelanjutan, di tahun mendatang juga dialokasikan kembali untuk melanjutkan penanganan tanggul,” harapnya.
Sementara Humas PT Bumi Karsa, Arif kepada FC membenarkan, bahwa pihaknya selain melakukan pekerjaan ritening wall di beberapa titik bantaran sungai Cisanggarung, di antaranya tanggul jebol dan mengikis jalan provinsi di Desa Kalibuntu.
Saat ini pihaknya mendapatkan tugas tambahan oleh BBWS Cimancis untuk pekerjaan penanganan tanggul kritis di Desa Pasuruan Kecamatan Pabedilan.
Pekerjaan yang akan dilakukan sendiri adalah pembangunan tiang pancang di titik tanggul kritis sepanjang 100 meter, saat ini pihaknya sudah mengirimkan puluhan beton tiang pancang yang siap ditanam sepanjang tanggul kritis tersebut, dengan dibangunnya tiang pancang tersebut diharapkan nantinya arus sungai Cisanggarung akan terpecah dan disela tiang pancang akan tertimbun otomatis oleh lumpur yang terbawa air.
“Pekerjaan ini diperkirakan dalam waktu 2 bulan akan selesai, semoga di akhir tahun 2025 ini sudah selesai dan menghadapi musim hujan besar saat arus sungai Cisanggarung tinggi tanggul sudah kuat,” harapnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post