KAB. CIREBON, (FC), – Tanggul anakan sungai Cisanggarung jebol sepanjang sekitar 70 meter pada Minggu (18/5) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.
Akibatnya, ratusan rumah dan ratusan hektar balong (kolam) ikan dan kerang serta sawah di Blok Karangmulya Desa Tawangsari terendam.
Kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.
Kuwu Tawangsari Rojiki kepada FC menjelaskan, tanggul anakan sungai Cisanggarung tersebut dibangun untuk menahan abrasi agar air laut tidak meluap saat rob ke pemukiman masyarakat.
Tanggul dengan ketinggian 3 metet tersebut jebol akibat luapan sungai Cisanggarung yang sangat kuat.
Kondisi tanggul dengan pemukiman warga memang terbilang cukup jauh.
Namun di belakang tanggul tersebut banyak balong ikan dan kerang juga lahan pertanian.
Akibatnya ratusan hektar balong serta lahan pertanian terendam. Ratusan rumah warga di sekitar lokasi tersebut juga ikut terendam dengan ketinggian air antara 30 sampai 70 cm.
“Sedikitnya 270 rumah warga, 250 hektar Balong ikan dan kerang serta 30 hektar lahan pertanian palawija terdampak banjir akibat tanggul yang mengalami jebol sepanjang sekitar 70 meter,” jelasnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Rojiki, masyarakat saat ini sedang melakukan budidaya ikan bandeng serta budidaya kerang.
Namun karena tanggul jebol membuat ikan yang sedang dibudidaya di balong terbawa banjir.
Sementara balong kerang kondisinya tercampur air tawar, dan puluhan hektar lahan pertanian palawija yang siap panen diperkirakan akan mengalami gagal panen.
Lanjut disampaikan Kuwu Rojiki, petugas dari Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk Cisanggarung (Cimancis) yang datang ke lokasi untuk mengantisipasi kondisi banjir dengan mendatangkan pompa air besar, belum mampu melakukan pengurasan air yang membanjiri pemukiman warga serta areal pertanian.
Karena air yang dibuang ke sungai berbarengan dengan air laut yang sedang mengalami rob, sehingga ketika dibuang ke sungai air kembali lagi ke pemukiman masyarakat.
“Sampai malam ini kondisi banjir masih belum surut karena memang kondisi laut juga sedang mengalami rob masyarakat hanya berharap air rob segera surut sehingga banjir di pemukiman cepat surut,” harapnya.
Selain itu Kuwu Rojiki juga mengungkapkan, akibat tanggul jebol dan air sungai Cisanggarung meluap, juga merusak jalan yang baru saja diperbaiki secara swadaya oleh masyarakat sepanjang sekitar 400 meter.
“Kami berharap agar BBWS Cimancis segera melakukan penanganan tanggul yang mengalami jebol tersebut karena khawatir ketika terjadi arus besar kembali di sungai Cisanggarung akan terjadi luapan kembali ke pemukiman warga dan juga mengancam Balong ikan serta areal lahan pertanian, “harapnya. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post