“Yang mendapatkan bansos itu warga yang tidak mampuh, dan saat ini penyalurannya tengah berlangsung,” tuturnya.
Selain Bansos, Agus juga menyoroti terkait alokasi anggaran Covid-19, yang saat ini belum sepenuhnya disalurkan. “Anggaran Rp94 miliar itu baru sebagian terserap, karena pagu yang ada itu sifatnya dana cadangan,” ujarnya.
Bukan hanya itu, lanjut dia, Gugus Tugas Majalengka juga saat ini tengah membentuk desa tangguh yang tahan secara ekonomi, maupun dari ancaman virus mematikan ini.
“Untuk sementara, desa tangguh ini remcananya setiap kecamatan akan ada desa percontohaan, dan ini sedang kita laksanakan,” jelasnya.
Di bagian lain, Sekda Majalengka, H. Eman Suherman, membahas terkait tes rapid dan Swab massal terhadap OTG, ODP, PDP, dan tenaga kesehatan yang telah dilaksanakan belum lama ini.
Menurut dia, dalam waktu dekat ini Pemkab Majalengka akan mengadakan kembali program serupa, dan kali ini tes tersebut akan dilaksanakam di 43 pasar tradisional yang ada di kabupaten yang berjuluk Kota Angin ini.
“Program ini secepatnya akan segera kita laksanakan. Kali ini, sasaran tesnya, baik rapid maupun Swab, yakni di pasar-pasar, dan di Majalengka sendiri ada 43 Pasar, di antaranya 4 pasar kabupaten, dan 39 pasar desa,” pungkasnya. (Ibnu).












































































































Discussion about this post