KAB. CIREBON, (FC).- 14 warga penerima program Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahap 2 di Desa Karangsari, Kecamatan Waled, Kabupaten Cirebon menghibahkan bantuannya untuk masyarakat lain yang lebih membutuhkan, Senin (6/7).
“Ada 14 KK penerima BLT DD tahap 1 yang mundur dan menghibahkannya untuk yang lain, sehingga pada penyaluran BLT DD tahap 2 mengalami kenaikan dari awalnya Rp430 ribu per KK menjadi Rp450 ribu per KK,” ungkap Kuwu Desa Karangsari, Hj. Ida Aika Rosida kepada FC dikantornya.
Dikatakannya, penyaluran BLT DD sudah sesuai Permendes PDTT. Untuk Desa Karangsari BLT DD diberikan pada 172 Kepala Keluarga (KK) terdampak pandemi Covid-19. Hal itu sesuai hasil musyawarah desa khusus (Musdesus) yang digelar sebelum pelaksanaan penyaluran BLT DD.
Dari 172 KK penerima manfaat mau berbagi dengan 130 KK yang belum mendapat bantuan sosial (Bansos) apapun, sehingga di tahap 1 pembagian BLT DD per KK mendapatkan Rp430 ribu, akan tetapi pada penyaluran tahap 2 ada 14 KK yang menghibahkan BLT DD kepada para penerima BLT DD lainnya.
“Sehingga dari 302 KK penerima BLT DD tahap 1, pada tahap 2 menjadi 288 KK sebagai penerima BLT DD, sehingga per KK mendapatkan Rp450 ribu,” katanya.
Dari 1.167 KK terdampak pandemi Covid-19 dan berhak mendapatkan bantuan dampak Covid-19 ini. Dengan rincian 413 KK telah menerima PKH dan BPNT, 399 KK penerima Banprov, dan 113 KK penerima program BST.
Dari jumlah tersebut masih ada 302 KK yang belum mendapat bantuan, sehingga BLT DD menjadi alternatif untuk menyisir warga yang belum menerima bantuan apapun.
“Jika menghitung anggaran hanya bisa dialokasikan untuk 172 KK, dan pada Musdesus sepakat menyisir warga yang belum mendapatkan bantuan apapun. Semua KK dipastikan telah mendapatkan bantuan dampak covid-19, hanya tersisa sekitar 14 KK karena mereka PNS dan pensiunan,” bebernya.
Lebih lanjut Ida menambahkan, dari 288 KK penerima BLT DD, ada tambahan penerima bantuan kabupaten (Bankab) berupa beras sebanyak 106 KK. Untuk menghindari kecemburuan jumlah penerimaan bantuan sehingga dijadikan satu dengan penerima BLT DD.
“Dari 288 KK penerima BLT DD. Masing-masing selain mendapatkan uang sebesar Rp450 ribu juga mendapatkan bantuan beras per KK sebesar 4 kg, akan tetapi jumlah tersebut jika dihitung masih kurang maka pihak desa juga mengeluarkan program bantuan sembako sebesar Rp15 juta untuk pengadaan bantuan beras yang disatukan dengan pelaksanaan penyaluran BLT DD pada tahap pertama,” tegasnya. (Nawawi)















































































































Discussion about this post