KAB. CIREBON, (FC).- Kesebelasan Minturaga Desa Ambulu Kecamatan Losari menumbangkan PS Gajah Rimba Desa Leuweung Gajah Kecamatan Ciledug dengan skor 4 – 1 melalui drama adu pinalti setelah ajang pertandingan berakhir 1-1, pada ajang pembuka turnamen sepak bola Kuwu Pakusamben Cup perdana, Selasa (29/7/2025).
Kuwu Pakusamben Arif Solihun kepada FC menjelaskan, penantian panjang pemdes dan masyarakat Desa Pakusamben untuk bisa menjadi tuan rumah ajang open turnamen sepak bola antar kampung (tarkam) menjadi kenyataan, setelah usaha keras yang dilakukan pemerintahan desanya.
Desa Pakusamben yang memiliki sarana lapangan sepak bola, namun tak pernah dirawat membuat lapangan sepak bola dipenuhi ilalang, harapan masyarakat menginginkan memiliki lapangan sepak bola yang memadai, pihaknya secara bertahap melakukan pembenahan, hingga akhirnya di tahun 2025 ini Pemdes Pakusamben sudah layak menggelar open turnamen.
“Alhamdulillah, akhirnya impian dan harapan pemdes dan masyarakat Pakusamben ingin menjadi tuan rumah open turnamen sepak bola tarkam akhirnya bisa terwujud di tahun ini,” ungkapnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Arif, niatnya menggelar open turnamen tarkam ini, mendapat dukungan penuh dari rekan-rekan kuwu, sehingga ketika punya rencana menggelar open turnamen tarkam langsung mendapat sambutan baik dari rekan-rekan kuwu, sehingga sebulan sebelum open turnamen dibuka, sebanyak 32 tim dari berbagai wilayah telah mendaftarkan diri, sehingga beberapa tim yang ingin mendaftar sudah ditutup karena kebutuhan peserta dibatasi hanya 32 tim saja.
“Ternyata open turnamen perdana yang kami gelar mendapat respon positif, sehingga sebulan sebelum pelaksanaan turnamen, pendaftaran sudah ditutup, karena peserta sudah full 32 tim,” jelasnya.
Lanjut disampaikan Kuwu Arif, ajang open turnamen tarkam ini diharapkan bisa membawa nilai positif bagi masyarakat dan Pemdes Pakusamben, baik dari minat masyarakat terutama kaum muda untuk mencintai olah raga sepak bola, sehingga kedepan akan muncul bibit-bibit baru pemain sepak bola yang bisa muncul ke jenjang lebih tinggi.
Selain itu juga, dengan disediakannya lapangan sepak bola, diharapkan bisa menjadi arena bermain anak muda, sehingga tidak terjerumus pada dunia yang salah.
“Kedepan kita ingin membuat Sekolah Sepak Bola (SSB) sehingga bukan saja anak muda, tetapi anak-anak juga sudah disiapkan menjadi bibit sepak bola di masa mendatang,” harapnya. (Nawawi)












































































































Discussion about this post