KAB. CIREBON, (FC).- Program Sekolah Alam (PSA) yang digelar mahasiswi Institute Agama Islam Bunga Bangsa Cirebon (IAI BBC) dalam rangka kegiatan Kader Pembangunan Manusia (KPM) mendapat antusias dari para peserta. Ini terlihat dari jumlah peserta yang membludak melampaui target.
Ketua KPM Luthfiah mengungkapkan, dirinya tak menyangka akan mencapai jumlah peserta sebanyak ini. Sebab, target awal ia dan kawan-kawannya adalah hanya 30 orang anak. Namun, berjalannya waktu hingga minggu ke 3 pertemuan akhir yang jatuh pada hari ini, Minggu (20/12) jumlahnya bertambah.
“Nggak nyangka, bakal banyak kaya sekarang karena pandemi kan target juga cuma 30 tapi dikarenakan terus bertambah ya kita terima saja, apalagi mereka datang kesini untuk belajar atau bermain,” beber Luthfiah, yang merupakan mahasiswi semester 7 jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI).
Anak-anak yang berdatangan awalnya hanya 30an, namun perlahan di minggu terakhir yaitu sekarang minggu ke 3 mencapai angka 40 an, meski tak secara keseluruhan anak-anak yang baru ini turut dalam kegiatan para mahasiswanya. Namun, setidaknya, pada sesi bermain anak-anak turut berkontirbusi untuk meramaikan kegiatan tersebut.
Sesuai namanya PSA, tentu pelaksanaannya pun Bertempat di alam yaitu diarea lokasi wisata baru Cigoek, dengan jumlah total 40 anak, dan diikuti oleh kalangan usia Taman Kanak-kanak (TK) 5 tahun hingga usia Sekolah Dasar kelas 1 hingga kelas 6 yaitu kisaran usia 6 sampai 11 tahunan, serta kurang lebih 70 buku dari kerja sama dengan Komunitas Lapak Aksara, juga Pemuda sekitar.
Pada kegiatan ini sendiri tak dipaksakan oleh Luthfiah dan kawan-kawan agar anak untuk membaca buku hingga selesai dalam waktu 1 hari. Melainkan, dapat dilanjutkan pada minggu selanjutnya, karena memang konsep awal dari pembalajaran ini adalah bermain, dan belajar.
Sehingga, tidak terkesan terburu-buru dan memaksakan, apalagi anak-anak itu sensitif dan mudah bosan. Maka, para mahasiswa pun tak melarang jika anak ingin mengganti dan memilih buku bacaanya.
“Kita ga maksa mereka harus baca apa, bebas, yang penting anak-anak enjoy. Karena, yang menjadi persoalannya bukan hanya pada anak yang mau membaca atau tidak. Melainkan, anak dapat faham atau tidak,” ungkap Luthfiah.
Membaca, sambungnya, anak-anak masih mau dan bisa tetapi, memahami isi bacaan dan jalan ceritanya, masih banyak belum memahami dengan baik dan betul. Oleh karenanya, ke 10 mahasiswa dan mahasiswi KPM termasuk Luthfiah hadir untuk membina anak-anak tersebut.
“Tentu satu persatu kita jelaskan karena inikan memang tugas kita sebagai pelaksana acara dan untuk mempercepat pemahaman mereka, kita juga adakan kuis yang muncul dari bacaan yang mereka baca,” jelasnya.
Dimana ada kuis, disana ada doorprize atau hadiah. karena, memahami betul karakter anak-anak yang menyukai hadiah atau reward atas sebuah kesuksesan atau keberhasilan kecil. Membuat Ketua dan anggota KPM pun menyediakan cemilan seperti coklat batangan dan pasta coklat sebagai hadiah.
Adapun cemilan ringan lainnya, untuk menemani anak-anak dalam berkegiatan, sehingga anak-anak tidak mudah jenuh.
Salah seorang anak laki-laki kelas 4 sd bernama Fauzi mengungkapka, kebahagiannya karena dapat bermain bersama rekan-rekan sebayanya juga belajar bersama. Ia pun menyebutkan kegiatan ini akan terus berlangsung.
“seneng banget, paling suka pas kuis sama main, kalau baca buku paling 2 ga banyak,”ujar seorang anak lainnya bernama Adam.
Adapun harapan anak-anak ini adalah kegiatan ini akan berlanjut terus, hingga sekolah kembali dibuka. Disisi lain jenuh belajar dirumah anak-anakpun ingin segera masuk untuk melakukan aktiftas sekolah lainnya.
Selaku Ketua KPM, Luthfiah mengungkapkan, kegiatan ini akan terus dilanjutkan oleh pihak yang bekerja sama dengannya yaitu Pemuda sekitar dan komunitas Lapak Aksara. (Sarrah/Job/FC)














































































































Discussion about this post