“Kalau saya lihat secara umum di wilayah lain pun sama sedang langka,” ungkapnya.
Menurutnya Perum Bulog saat ini tengah menunggu realisasi import gula dari pemerintah pusat guna mengatasi kelangkaan gula pasir di masyarakat.
Pihaknya pun meyakini Import gula bakal ini menjadi solusi sementara untuk mengisi kekosongan gula sebelum para petani memasuki masa panen pada bulan Mei 2020 mendatang. “Untuk gula yang diimport oleh pemerintah ini totalnya mencapai 438 ribu ton dan Diimport dari Thailand dan India,” ucapnya.
Dari 438 ribu ton itu, Perum Bulog mendapat jatah sebesar 29 ribu ton dan mendapat tugas untuk bisa menstabilkan harga kembali normal di pasaran. “Perkiraan impor low sugar gula ini sampai ke Indonesia sekitar akhir bulan Maret,” ujar dia.
Kendati demikian, gula tersebut belum siap diedarkan dan harus diolah terlebih dahulu. Menurut Dadan Irawan, gula import ini baru siap dijual di pasaran sekitar pertengahan bulan depan atau pertengahan April 2020.
“Ini upaya pemerintah guna mengatasi agar tidak terjadi kelangkaan dan harganya pun dapat dicapai atau dijangkau oleh masyarakat umum,” pungkasnya. (Agus)














































































































Discussion about this post