KAB.CIREBON, (FC).- Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, Hilman Firmansyah sangat mengapresiasi upaya yang dilakukan oleh masyarakat Trusmi, salah satunya ingin ada rambu-rambu lalu lintas Zebra Cross atau marka jalan di sepanjang jalan Buyut Trusmi atau tepatnya di depan SMPN 1 Plered dan SDN 1 Trusmi Wetan.
Namun, kata Hilman, dalam proses usulan kegiatan ada mekanismenya. Yaitu proses penganggaran di pemerintahan sesuai aturan H-1 sebelum anggaran itu disahkan, sementara kondisi anggaran di dinasnya pun mengalami efisiensi.
“Jujur kami juga ingin berbuat dan memperhatikan kebutuhan masyarakat dalam ketersediaan fasilitas prasarana lalu lintas yang seharusnya menjadi tanggung jawab kita semua,” kata Hilman, Kamis (31/7).
Hilman juga berharap, pemdes maupun pemerintah kecamatan setempat dapat mengusulkan permohonan rambu-rambu lalu lintas atau marka jalan di musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) agar menjadi bagian penguatan program.
“Insya Allah kami tetap berusaha melayani, tetap kami akan berbuat mencari solusi atas situasi ini. Sekali lagi kami sampaikan permohonan maaf belum bisa maksimal melayani masyarakat karena keterbatasan,” tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah pedagang dan warga Desa Trusmi Wetan, Kecamatan Plered, Kabupaten Kabupaten Cirebon secara swadaya membuat rambu – rambu lalu lintas Zebra Cross di jalan Buyut Trusmi atau di sekitar SMPN 1 Plered dan SDN 1 Trusmi Wetan.
Mereka insiatif melakukan itu, karena kekesalan kepada Pemkab Cirebon yang tidak pernah merespon usulan warga terkait permintaan rambu lalu lintas di lokasi yang rawan dan sering terjadi kecelakaan dengan korban siswa sekolah.
Selain itu, para warga dan pedagang juga kesal kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Cirebon, karena belum juga memasang rambu rawan kecelakaan di sepanjang jalan tersebut. Padahal, kerap terjadi kecelakaan lalu lintas yang berujung korban jiwa.
“Banyak disini yang mengalami kecelakaan, termasuk anak saya. Warga disini saja sudah 6 orang hingga mengalami luka – luka. Makanya kami sebagai masyarakat peduli, berinisiatif membuat rambu zebra cross dengan cat kaleng,” kata anggota LPM Desa Trusmi Wetan, Edi, Rabu (30/7).
“Rawan kecelakaan disini, padahal zona sekolah tetapi minim rambu – rambu,” tambah Edi yang juga seorang pedagang di sekitar sekolah.
Edi mengaku, masyarakat sudah berkomunikasi dengan Dishub terkait kebutuhan rambu lalu lintas sejak jauh-jauh hari, sebelum mereka berinisiatif membuat dan mengecat zebra cros secara swadaya.
“Kita sudah berkomunikasi dengan Dishub dan kepala sekolah katanya sudah diajukan. Tapi sampai kapan kita nunggu, karena sampai sekarang belum ada kepastian, makanya kita sebagai masyarakat peduli swadaya dari 18 orang pedagang dan menghabiskan 5 kaleng cat,” paparnya.
Padahal, sambung Edi pengendara sangat membutuhkan keberadaan rambu lalu lintas, seperti zebra cross, lampu tanda hati-hati dan rambu rawan kecelakaan.
“Karena kondisi jalan sudah dbeton jadi pengendara motor maupun mobil pada ngebut, terlebih saat jam istirahat dan bubaran pulang sekolah banyak lalulalang siswa SD dan SMP,” ucapnya.
Menurutnya, pemerintah sebagai pengayom harus mempedulikan dan mengutamakan keselamatan masyarakatnya. “Masa masyarakat yang harus buat rambu-rambu lalu lintas, padahal kita sudah mengajukan pemasangan rambu lalu lintas sudah lama, tapi sampai sekarang belum ada, makanya kami inisiatif membuat rambu lalu lintas. Mudah-mudahan pengendara bisa lebih hati-hati,” tandasnya. (Ghofar)











































































































Discussion about this post