Kemudian dilakukan swab untuk pemeriksaan PCR dan telah dilakukan pemakaman dengan SOP Covid-19. “Dari hasil tracing dan tracking kita dapatkan bahwa pasien kontak dengan anak dan menantunya yang pulang dari Jakarta,” kata Deden.
Deden menambahkan, dari kasus tersebut, masyarakat agar bisa belajar dan harus mewaspadai adanya ‘carier’, yaitu orang yang tanpa gejala tapi sudah membawa virus. Tapi karena kekebalan tubuhnya baik, maka virus itu belum atau tidak muncul. Orang tersebut biasa saja, padahal berpotensi menularakannya sangat tinggi.
Pihaknya pun memohon kepada masyarakat yang saudaranya ada di daerah lain seperti Jakarta, Bandung, atau lainnya yang sudah masuk daerah transmisi lokal untuk tidak pulang.
“Bertemu keluarga itu penting, tapi yang terpenting saat ini tidak pulang karena jangan sampai saudara kita yang mudik itu membawa virus dan menjadi sumber penularan bagi keluarganya di kampung,” tegas Deden.
Pada kesempatan itu juga Deden menegaskan agar masyaraakat Indramayu tetap disiplin dengan rajin cuci tangan, jangan kemana-mana, tetap jaga jarak, dan harus gunakan masker.
Dengan demikian, total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Indramayu hingga Selasa (28/4) menjadi empat orang. Dari jumlah itu, satu orang meninggal dunia, satu orang dinyatakan sembuh dan dua orang masih dalam perawatan. (Agus)














































































































Discussion about this post