KOTA CIREBON, (FC).- Upaya pemberantasan peredaran narkotika dan obat-obatan berbahaya terus dilakukan oleh jajaran Polres Cirebon Kota.
Satresnarkoba Polres Cirebon Kota berhasil mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu dan obat sediaan farmasi ilegal di sebuah kamar kos wilayah Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon, pada Sabtu malam, (24/1/2026), sekitar pukul 21.00 WIB.
Kasat Resnarkoba Polres Cirebon Kota AKP Sindi Al Afghany menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat.
Masyarakat mencurigai adanya aktivitas tidak wajar di sebuah kamar kos yang kerap didatangi orang-orang dalam waktu singkat, terutama pada malam hari.
Hal ini menimbulkan keresahan warga sekitar, yang khawatir lokasi tersebut dijadikan tempat penyalahgunaan narkotika.
“Kami langsung menurunkan Unit II Satresnarkoba untuk melakukan penyelidikan tertutup guna memastikan kebenaran informasi yang diterima dari masyarakat,” ungkapnya.
Setelah dilakukan pemantauan secara intensif, petugas kemudian melakukan tindakan kepolisian dan berhasil mengamankan dua orang laki-laki berinisial Y.A. berusia 23 tahun dan M.R.A. berusia 19 tahun di dalam kamar kos yang berlokasi di Blok Karang Wetan, Desa Gesik, Kecamatan Tengah Tani, Kabupaten Cirebon.
“Dalam proses penggeledahan, petugas menemukan sejumlah barang bukti berupa tiga paket narkotika jenis sabu dengan berat bruto 4,49 gram, sebanyak 2.700 butir obat jenis tramadol, plastik klip bening, timbangan digital, alat hisap sabu, suntikan berbagai ukuran, dua unit handphone, serta uang tunai sebesar Rp70.000 yang diduga berasal dari hasil penjualan,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Kasat Resnarkoba menegaskan, keberadaan timbangan digital dan alat pendukung lainnya mengindikasikan adanya aktivitas penyalahgunaan narkotika.
Sekaligus adanya peredaran narkotika dan obat keras tanpa izin edar, yang berpotensi menimbulkan dampak serius terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat.
“Setelah diamankan di lokasi kejadian, kedua tersangka beserta seluruh barang bukti langsung dibawa ke Kantor Satresnarkoba Polres Cirebon Kota, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, pengembangan kasus. Dan juga pendalaman guna mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” tuturnya.
Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik menetapkan kedua terduga sebagai tersangka dan menjeratnya dengan Pasal 114 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta Pasal 435 dan Pasal 436 ayat (2) Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan, dengan ancaman pidana sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Sementara, Kasi Humas Polres Cirebon Kota AKP M. Aris Hermanto mengimbau masyarakat agar tidak ragu melaporkan segala bentuk aktivitas mencurigakan terkait narkotika dan obat-obatan illegal.
“Masyarakat bisa melaporkan melalui Layanan Polisi 110, karena sinergi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai peredaran narkoba di wilayah hukum Polres Cirebon Kota,” pungkasnya. (Agus/FC)
Capt agus
Barang bukti pengungkapan peredaran narkotika di kamar kos, berupa ribuan butir tramadol, sabu, alat hisap, suntikan, plastik dan berikut alat timbangannya















































































































Discussion about this post