KAB. CIREBON, (FC).- Kondisi bangunan SDN 1 Curug Wetan, Kecamatan Susukanlebak, Kabupaten Cirebon, kembali menjadi sorotan.
Salah satu ruang kelas yang atapnya sempat roboh pada tahun 20023, hingga hingga kini masih aktif digunakan untuk Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Guru SDN 1 Curug Wetan, Iin Mutmainnah, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ruang kelas tersebut.
“Kelas yang atapnya roboh itu sekarang dipakai untuk kelas 5. Sudah dua tahun masih digunakan. Kami khawatir, kalau sedang KBM tiba-tiba ambruk lagi,” jelasnya, Selasa (21/10).
Iin menjelaskan, alasan ruang itu masih digunakan karena sekolah tidak memiliki ruang kelas lain.
“Kenapa masih dipakai, karena memang tidak ada lagi kelas lain. Sudah pernah kami ajukan ke dinas, tapi belum ada tindak lanjut,” tambahnya.
Selain bagian plafon yang rusak, kondisi mebeler dan lantai juga banyak yang pecah, membuat proses belajar semakin tidak nyaman. Beberapa ruang lain juga tidak kalah memprihatinkan.
“Ada juga ruang kelas sempit, bekas kantor, yang kini digunakan untuk kelas 2 karena kekurangan ruang,” tuturnya.
Saat ini SDN 1 Curug Wetan memiliki 12 rombongan belajar (rombel) dengan total 330 siswa. Idealnya, menurut Iin, sekolah memerlukan tambahan ruang belajar.
“Paling tidak ada tambahan dua rombel lagi supaya KBM bisa berjalan lebih baik,” kataanya.
Senada dengan itu, guru lainnya, Asep Saefuddin Juhri, juga menyampaikan keprihatinan terhadap kondisi bangunan sekolah yang tidak kunjung diperbaiki.
“Kami sudah mengajukan sejak atap roboh tahun 2023, bahkan tahun kemarin mengajukan lagi. Tapi sampai sekarang belum ada respon dari Pemda melaalui Dinas Pendidikan,” ungkapnya.
Pihaknya berharap, pemerintah daerah segera turun tangan untuk memperbaiki ruang-ruang kelas yang rusak dan mennambah fasilitas agar kegiatan belajar mengajar bisa berlangsung dengan aman dan nyaman. (Nawawi)
















































































































Discussion about this post